SNANE PAPUA, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan peningkatan rasio profitabilitas melalui Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) pada laporan keuangan Triwulan I tahun 2026. Kenaikan indikator keuangan ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba bersih dari modal dan total aset yang dikelola selama periode tiga bulan pertama tahun ini.
Pihak manajemen BRI menyatakan bahwa pertumbuhan ROE didorong oleh efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan bunga bersih. Fokus perseroan pada penyaluran kredit di segmen mikro dan kecil tetap menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perusahaan. Pertumbuhan kredit tersebut juga diimbangi dengan manajemen risiko yang memadai sehingga kualitas aset tetap terjaga sesuai dengan standar industri perbankan.
Selain ROE, Return on Assets (ROA) perseroan juga menunjukkan tren kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan ROA tersebut mengindikasikan efektivitas pengelolaan total aset dalam menghasilkan profitabilitas. Hal ini dipengaruhi oleh strategi diversifikasi pendapatan, termasuk peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income yang berasal dari transaksi perbankan digital dan layanan jaringan agen di seluruh wilayah Indonesia.
Mengenai kebijakan pembagian keuntungan, manajemen menjelaskan bahwa perolehan laba bersih pada triwulan pertama tahun 2026 ini akan menjadi landasan untuk pembagian dividen di masa mendatang. Keputusan terkait rasio pembayaran dividen akan ditetapkan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan tetap memperhatikan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada di atas ketentuan regulator.
Data laporan keuangan menunjukkan total aset BRI pada akhir Maret 2026 mengalami pertumbuhan yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Perseroan mencatat peningkatan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang berdampak pada penurunan biaya dana atau Cost of Fund. Penurunan biaya dana tersebut secara langsung berkontribusi pada terjaganya margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) di level yang kompetitif.
Dalam aspek pengelolaan risiko, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat berada dalam ambang batas aman yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah mitigasi risiko dilakukan melalui pengawasan portofolio kredit secara berkala serta penyediaan cadangan kerugian yang mencukupi untuk mengantisipasi dinamika ekonomi domestik maupun global.
Pemanfaatan teknologi dalam layanan perbankan juga dilaporkan telah membantu menekan rasio biaya terhadap pendapatan atau Cost to Income Ratio (CIR). Transformasi digital yang dilakukan melalui platform perbankan elektronik memungkinkan efisiensi pada beban operasional kantor cabang. Kondisi ini memungkinkan perseroan untuk mengalokasikan sumber daya pada pengembangan produk keuangan yang lebih inovatif bagi nasabah.
"Peningkatan profitabilitas ini merupakan hasil dari pengelolaan modal yang disiplin dan fokus pada segmen inti," kata pihak manajemen BRI. Strategi perseroan tetap akan memprioritaskan pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama pertumbuhan aset dan laba secara berkelanjutan, pungkasnya dalam laporan kinerja tersebut.