Juli 17, 2024

PWI Jateng Berharap Kemelut Organisasi di PWI Pusat Berakhir

SNANE PAPUA, SEMARANG – Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS menaruh harapan agar kemelut di tubuh PWI Pusat segera berakhir. Pasalnya, jika polemik organisasi yang dipicu oleh persoalan dana UKW dari BUMN itu berkembang hingga berjilid-jilid, maka bisa mempengaruhi kewibawaan PWI.

‘’Adalah lazim sebuah dinamika terjadi dalam organisasi. Yang tak lazim adalah upaya mereka-mereka yang menginginkan agar persoalan di PWI Pusat dibuat berjilid-jilid,’’ kata Amir saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) oleh PWI Pusat di hotel New Puri Garden Semarang, Selasa 25 Juni 2024.

Ditegaskan Amir, pihaknya berharap agar PWI Pusat di bawah kepemimpinan Hendry Ch Bangun melalui forum SJI menegaskan komitmennya untuk mengakhiri polemik ini. Pasalnya, kata dia, PWI adalah rumah besar bersama yang kita cintai, hormat, dan dijaga marwahnya.

Dia ingin segala hal yang berkaitan dengan marwah dan kehormatan PWI bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan persaudaraan.

‘’PWI Jateng menekankan hati dan rasa dalam menyelesaikan persoalan. Harapan kami, PWI Pusat juga melaksanakan langkah yang sama,’’ imbuhnya.
Sebelumnya, PWI Jateng juga menyampaikan pernyataan sikap yang berisi lima butir sikap. Diantaranya mendorong pemulihan marwah organisasi yang bergantung pada arah sikap Pengurus PWI Pusat dan Dewan Kehormatan PWI Pusat. Tujuannya untuk menyelamatkan organisasi profesi ini ke posisi eksistensial.

Keempat, mendesak para senior PWI di Pusat agar memfokuskan penyelesaian kemelut organisasi dengan mendengarkan suara-suara dari daerah/ provinsi, serta meminta para senior PWI di Pusat melepaskan diri dari segala ego dan kepentingan untuk menyelamatkan martabat organisasi.

Akhir Juni Selesai

Di bagian lain, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun saat membuka SJI memastikan akhir Juni ini persoalan di tubuh PWI akan tuntas. Dia menyebut, apa yang dialami PWI Pusat sebagai ujian yang sudah digariskan oleh Tuhan.

‘’PWI itu dekat dengan Pemerintah, tapi bukan pemerintah. PWI itu ibarat pohon besar, semakin besar maka semakin kencang angin yang meniupnya. InsyaAllah bulan Juni sudah selesai. Kami sudah koordinasi dengan Pak Sasongko (Ketua Dewan Kehormatan PWI Sasongko Tedjo),’’ katanya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *