SNANE PAPUA, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa penyelenggaraan turnamen Piala Presiden 2026 akan melibatkan 64 klub dari Liga 4 Indonesia yang tersebar di 38 provinsi di seluruh tanah air. Langkah ini diambil sebagai strategi pemerintah dan otoritas sepak bola nasional untuk menjadikan olahraga tersebut sebagai instrumen utama dalam mempererat persatuan bangsa melalui kompetisi yang inklusif.
Erick menegaskan bahwa perluasan skala peserta, yang kali ini menyasar kasta terendah dalam piramida sepak bola Indonesia, merupakan upaya untuk memberikan kesempatan yang sama bagi setiap daerah. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang umumnya menjadi panggung bagi klub-klub elit Liga 1, Piala Presiden 2026 dirancang untuk menggali potensi atlet dari wilayah pelosok yang selama ini jarang terpantau oleh pemandu bakat nasional.
"Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 yang melibatkan 64 klub Liga 4 Indonesia dari 38 provinsi ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola adalah alat pemersatu bangsa. Kita ingin memastikan bahwa sepak bola milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya milik mereka yang berada di kota besar atau klub-klub kasta atas," ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya saat meninjau persiapan kompetisi.
Menurut Menpora, pemilihan Liga 4 sebagai basis utama peserta bertujuan untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional dari tingkat akar rumput. Turnamen ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi di daerah-daerah serta meningkatkan standar manajemen klub amatir menjadi lebih profesional. Selain itu, keterlibatan 38 provinsi memastikan representasi geografis yang menyeluruh dari Sabang sampai Merauke dalam satu bingkai kompetisi resmi.
Selain aspek teknis pembinaan atlet, Menpora juga menyoroti potensi perputaran ekonomi yang dihasilkan dari keterlibatan 64 klub tersebut. Dengan banyaknya pertandingan yang digelar di berbagai wilayah, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif lokal diprediksi akan mendapatkan dampak positif secara signifikan. Penyelenggaraan turnamen ini diyakini mampu menghidupkan kembali ekosistem ekonomi di sekitar stadion-stadion daerah.
Erick menambahkan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung PSSI dalam menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan transparan. Melalui Piala Presiden 2026, para pemain dari Liga 4 diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik mereka sehingga dapat berjenjang naik ke level kompetisi yang lebih tinggi atau bahkan menembus skuad tim nasional di masa depan.
Penyelenggaraan turnamen pramusim ini akan diawasi secara ketat guna memastikan aspek sportivitas dan keamanan tetap terjaga. Dengan format yang lebih luas ini, Piala Presiden 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Indonesia yang mampu menyedot perhatian publik sekaligus memperkuat struktur kompetisi sepak bola nasional secara menyeluruh.