SNANE PAPUA, Padang - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat secara resmi mengusulkan pengadaan dan peningkatan fasilitas laboratorium Rumah Sakit Unand kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna memperkuat layanan kesehatan serta riset medis di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam memenuhi standar pelayanan rumah sakit pendidikan yang mampu menangani berbagai kasus medis kompleks.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan usulan bantuan tersebut secara langsung kepada Kementerian Kesehatan. Fokus utama dari pengajuan ini adalah pemenuhan peralatan laboratorium modern yang dapat mendukung diagnosa penyakit secara lebih cepat dan akurat, sekaligus menjadi sarana penelitian bagi para akademisi dan mahasiswa kedokteran.
Efa menjelaskan bahwa keberadaan laboratorium yang lengkap merupakan kebutuhan mendesak bagi Rumah Sakit Unand untuk meningkatkan kualitas layanan pasien. Sebagai rumah sakit yang juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, Unand memerlukan dukungan infrastruktur teknologi medis yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini guna mendukung visi transformasi kesehatan nasional.
Dalam keterangannya, Efa Yonnedi menekankan bahwa usulan yang diajukan mencakup berbagai perangkat keras laboratorium canggih untuk mendukung pengujian spesifik. Menurutnya, pemutakhiran fasilitas ini akan memberikan dampak signifikan terhadap daya saing rumah sakit dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat luas di Sumatera Barat dan sekitarnya.
Pihak universitas berharap Kementerian Kesehatan dapat memberikan respons positif dan menindaklanjuti permohonan tersebut dalam tahun anggaran berjalan. Efa menambahkan bahwa integrasi antara pelayanan medis berkualitas dan riset akademik yang kuat hanya dapat dicapai apabila didukung oleh ketersediaan fasilitas laboratorium yang sesuai dengan standar internasional.
Selain fokus pada pengadaan alat, manajemen Rumah Sakit Unand juga sedang menyiapkan skema peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini dilakukan agar saat bantuan fasilitas dari Kemenkes terealisasi, para tenaga medis dan teknisi laboratorium sudah siap mengoperasikan perangkat teknologi tinggi tersebut secara optimal untuk kepentingan publik.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu memposisikan Rumah Sakit Unand sebagai salah satu pusat rujukan kesehatan utama di Pulau Sumatra. Dengan fasilitas laboratorium yang lebih modern, rumah sakit ini diproyeksikan tidak hanya menjadi penyedia layanan kuratif, tetapi juga menjadi pusat inovasi dalam bidang biomolekuler dan penelitian kesehatan klinis lainnya.