SNANE PAPUA, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi memperkuat langkah strategis untuk mendorong kawasan Gunung Tambora agar diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Upaya ini dilakukan melalui serangkaian pembenahan infrastruktur, manajemen pengelolaan kawasan, serta penguatan literasi geologi bagi masyarakat lokal di wilayah administratif Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima.
Langkah tersebut dipandang krusial mengingat signifikansi sejarah dan geologi Gunung Tambora yang memiliki dampak global melalui letusan dahsyat pada tahun 1815. Pemerintah daerah saat ini fokus pada pemenuhan berbagai persyaratan administratif dan teknis yang ditetapkan oleh organisasi UNESCO, termasuk aspek konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar situs warisan geologi tersebut.
Perwakilan Pemerintah Provinsi NTB menyatakan bahwa status Geopark Dunia akan memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata berkelanjutan dan pelestarian alam di Pulau Sumbawa. Penguatan ini tidak hanya berfokus pada keindahan lanskap fisik, tetapi juga pada efektivitas manajemen yang dikelola oleh Badan Pengelola Geopark Tambora. Pihak pemerintah terus berkoordinasi dengan Komite Nasional Geopark Indonesia untuk memastikan proses penilaian berjalan sesuai dengan standar internasional.
Dalam aspek infrastruktur, pemerintah memberikan perhatian khusus pada aksesibilitas menuju situs-situs geosite yang tersebar di lingkar Tambora. Pengembangan fasilitas pendukung seperti pusat informasi geologi (Information Center) dan rambu-rambu interpretasi menjadi prioritas guna memudahkan para peneliti serta wisatawan dalam memahami sejarah vulkanologi gunung tersebut. Integrasi antara nilai edukasi, budaya, dan geologi menjadi pilar utama dalam dokumen pengajuan ke UNESCO.
Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat lokal melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) menjadi poin penilaian penting bagi tim asesor. Pemerintah daerah rutin menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi agar warga di kaki Gunung Tambora dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian situs. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang mandiri dan mampu menjaga integritas ekologis kawasan hutan serta situs arkeologi yang ada.
Gunung Tambora sebelumnya telah ditetapkan sebagai Taman Nasional dan Geopark Nasional. Kenaikan status menjadi Geopark Dunia diharapkan dapat memperluas jaringan kerja sama internasional dalam hal riset ilmu kebumian dan mitigasi bencana vulkanik. Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan sinkronisasi data terkait keberagaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity) yang ada di wilayah tersebut.
Dengan percepatan ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat memproyeksikan Gunung Tambora akan segera menyusul kesuksesan Geopark Rinjani yang telah lebih dulu mendapatkan pengakuan global. Keberadaan dua geopark kelas dunia di satu provinsi diharapkan mampu menempatkan NTB sebagai destinasi wisata geologi unggulan di tingkat internasional sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga warisan alam nusantara bagi generasi mendatang.