SNANEPAPUA.COM – Kondisi ekonomi Iran saat ini tengah berada di bawah tekanan besar seiring dengan fluktuasi nilai tukar mata uangnya yang terus melemah terhadap dolar AS. Fenomena ini menarik perhatian global, terutama mengenai keunikan sistem moneter di negara tersebut yang sering kali membingungkan masyarakat luar, yakni penggunaan dua istilah mata uang yang berbeda namun saling berkaitan: Rial dan Toman.
Secara administratif dan hukum, mata uang resmi yang diakui oleh Bank Sentral Iran dan digunakan dalam transaksi perbankan serta perdagangan internasional adalah Rial. Namun, dalam aktivitas ekonomi sehari-hari di pasar, toko, hingga percakapan masyarakat umum, istilah Toman jauh lebih sering digunakan. Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada konversi nominalnya, di mana satu Toman setara dengan sepuluh Rial.
Penggunaan Toman sebenarnya berakar dari sejarah panjang kekaisaran di Iran sebelum akhirnya Rial ditetapkan sebagai mata uang resmi pemerintah pada tahun 1932. Peralihan kembali ke penyebutan Toman secara masif oleh masyarakat dilakukan untuk menyederhanakan perhitungan angka nol yang sangat banyak akibat inflasi yang berkepanjangan. Hal ini menciptakan dualitas unik di mana label harga di supermarket sering menggunakan Toman, sementara dokumen resmi pemerintah tetap mencantumkan Rial.
Melemahnya nilai tukar ini tidak terlepas dari berbagai faktor geopolitik yang kompleks, termasuk sanksi ekonomi internasional yang ketat dan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Tekanan ekonomi ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun drastis, sehingga pemerintah Iran sempat mewacanakan kebijakan redenominasi atau penghapusan angka nol pada mata uang mereka guna menstabilkan psikologi ekonomi di mata publik.
Memahami perbedaan antara Rial dan Toman sangat penting bagi siapa pun yang ingin memahami dinamika ekonomi di Iran secara mendalam. Meski secara teknis berbeda dalam hal jumlah digit, keduanya mencerminkan perjuangan ekonomi sebuah negara yang terus berusaha beradaptasi di tengah isolasi finansial global. Transisi antara penggunaan istilah ini menjadi simbol bagaimana masyarakat lokal menyiasati kompleksitas sistem keuangan di tengah krisis.
Editor: SnanePapua
