20 Jan 2026

Mengenal Rial dan Toman: Mengapa Mata Uang Iran Punya Dua Nama Saat Nilainya Terpuruk?

Oleh Afian D Prasetyo
  • 12
Mengenal Rial dan Toman: Mengapa Mata Uang Iran Punya Dua Nama Saat Nilainya Terpuruk?

Poin Utama

  • Kondisi ekonomi Iran berada dalam tekanan berat seiring pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS.
  • Secara legal dan administratif, mata uang resmi Iran adalah Rial sebagaimana digunakan dalam dokumen perbankan, kebijakan negara, dan transaksi resmi.
  • Perbedaan utama antara Rial dan Toman terletak pada nominal: satu Toman sama dengan sepuluh Rial.
  • Di tengah inflasi berkepanjangan, masyarakat menilai penyebutan Toman lebih praktis karena menyederhanakan angka yang terlalu panjang.
  • Pelemahan mata uang Iran berkaitan erat dengan kombinasi tekanan geopolitik, sanksi ekonomi internasional, dan ketegangan kawasan.
SNANE PAPUA - Kondisi ekonomi Iran berada dalam tekanan berat seiring pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS. Dalam situasi ini, perhatian publik internasional juga tertuju pada sistem penyebutan mata uang Iran yang unik karena menggunakan dua istilah sekaligus: Rial dan Toman. Secara legal dan administratif, mata uang resmi Iran adalah Rial sebagaimana digunakan dalam dokumen perbankan, kebijakan negara, dan transaksi resmi. Namun di pasar, toko, dan percakapan sehari-hari, masyarakat lebih lazim menyebut Toman. Perbedaan utama antara Rial dan Toman terletak pada nominal: satu Toman sama dengan sepuluh Rial. Penggunaan Toman berakar dari sejarah panjang sistem moneter Iran sebelum Rial ditetapkan sebagai mata uang resmi pada 1932. Di tengah inflasi berkepanjangan, masyarakat menilai penyebutan Toman lebih praktis karena menyederhanakan angka yang terlalu panjang. Akibatnya, label harga ritel sering ditulis dalam Toman, sementara dokumen resmi pemerintah tetap menggunakan Rial. Pelemahan mata uang Iran berkaitan erat dengan kombinasi tekanan geopolitik, sanksi ekonomi internasional, dan ketegangan kawasan. Dampaknya terasa pada daya beli masyarakat yang terus menurun serta meningkatnya ketidakpastian biaya hidup. Dalam beberapa tahun terakhir, wacana redenominasi atau penghapusan nol kembali muncul untuk menata nominal mata uang agar lebih sederhana dan mudah dipahami publik. Meski begitu, kebijakan semacam ini tetap membutuhkan stabilitas ekonomi makro agar tidak berhenti sebagai solusi administratif semata. Memahami perbedaan Rial dan Toman penting untuk membaca dinamika ekonomi Iran secara lebih utuh. Kedua istilah itu bukan sekadar perbedaan angka, tetapi juga cerminan adaptasi masyarakat menghadapi tekanan ekonomi yang panjang. Cek Sumber Asli

Berita Terkait

Tentang Kami

Logo

Redaksi

Snane Papua

Portal Berita Snane Papua. Mengabarkan informasi terkini, aktual, dan terpercaya seputar Tanah Papua dan Nasional.

Kontak Kami

Berita Terbaru

Pasang Iklan Anda di sini untuk menjangkau lebih banyak pembaca Snane Papua.

Kontak Kami