SNANE PAPUA – Rusia telah setuju untuk menghentikan merekrut warga Kenya untuk bertempur bersama pasukannya di Ukraina, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Kenya.Lebih dari 1.780 warga dari 36 negara Afrika diyakini bertempur bersama tentara Rusia di Ukraina, menurut perkiraan Ukraina pada Februari.”Kami sekarang telah sepakat bahwa warga Kenya tidak akan direkrut melalui Kementerian Pertahanan [Rusia],” kata Menteri Luar Negeri Kenya Musalia Mudavadi kepada para wartawan pada hari Senin.Mudavadi menambahkan bahwa layanan konsuler akan diselenggarakan bagi warga Kenya yang memerlukan bantuan melalui saluran diplomatik yang tepat.”Kami tidak ingin kemitraan kami dengan Rusia hanya dilihat dari sudut pandang agenda operasi khusus [di Ukraina] saja,” katanya. “Hubungan antara Kenya dan Rusia jauh lebih luas dari itu.” (lihat sumber)