Poin Utama
- Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, menyatakan pihaknya menerima laporan bahwa dugaan penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap tahanan di Venezuela masih terjadi.
- Poin Utama Pernyataan PBB PBB menyambut adanya undang-undang amnesti yang telah disahkan.
- Masih ada warga yang disebut berada dalam penahanan sewenang-wenang, termasuk seorang anak.
- Dalam penjelasan resmi parlemen, mayoritas dari angka tersebut disebut bukan tahanan penjara, melainkan warga dengan pembatasan seperti tahanan rumah atau pembebasan bersyarat.
- Foro Penal juga menyebut lebih dari 500 orang masih ditahan dengan alasan politik.
SNANE PAPUA – Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, menyatakan pihaknya menerima laporan bahwa dugaan penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap tahanan di Venezuela masih terjadi. Pernyataan ini disampaikan di tengah dinamika politik pasca-perubahan kepemimpinan yang disebut terjadi pada Januari.
Poin Utama Pernyataan PBB PBB menyambut adanya undang-undang amnesti yang telah disahkan. Namun, PBB menilai persoalan HAM yang bersifat struktural dan sistemik masih berlanjut.
Masih ada warga yang disebut berada dalam penahanan sewenang-wenang, termasuk seorang anak. Perbedaan Data Pembebasan Tahanan Parlemen Venezuela yang didominasi loyalis pemerintahan sebelumnya menyebut lebih dari 7.700 orang telah memperoleh "kebebasan penuh" melalui skema amnesti.
Dalam penjelasan resmi parlemen, mayoritas dari angka tersebut disebut bukan tahanan penjara, melainkan warga dengan pembatasan seperti tahanan rumah atau pembebasan bersyarat. Di sisi lain, kelompok advokasi hak tahanan Foro Penal menyatakan sejauh ini baru dapat mengonfirmasi kurang dari 700 pembebasan.
Foro Penal juga menyebut lebih dari 500 orang masih ditahan dengan alasan politik. Permintaan Transparansi dan Akses Lembaga Volker Turk meminta transparansi yang lebih besar dari otoritas Venezuela, termasuk daftar resmi orang-orang yang dibebaskan.
Ia juga menyebut kantor HAM PBB meminta akses tanpa hambatan ke beberapa pusat penahanan, namun hingga kini disebut belum berhasil diperoleh. Menurut pernyataan yang disampaikan di Dewan HAM PBB, kantor Turk juga menerima informasi terkait dugaan penyiksaan berkelanjutan di fasilitas penahanan Rodeo 1 dan Fuerte Guaicaipuro.
Internasional Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Independent International Fact-Finding Mission on Venezuela menyampaikan pembaruan temuannya kepada Dewan HAM PBB. Misi independen itu menyebut masih menerima kesaksian langsung, pernyataan korban, serta dokumentasi dugaan pelanggaran HAM setelah 3 Januari.
Dalam laporan-laporan sebelumnya, misi ini juga pernah mendokumentasikan kasus dugaan penyiksaan, kekerasan seksual, dan perlakuan kejam atau merendahkan terhadap tahanan. Sejumlah pejabat Venezuela sebelumnya membantah laporan misi tersebut dan menyebutnya bermuatan politik.
Penutup Perkembangan isu ini masih dinamis. Redaksi akan memperbarui artikel jika terdapat konfirmasi resmi tambahan, data baru yang dapat diverifikasi, atau perkembangan penting lain dari lembaga berwenang.















































