SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Wagub Papua Barat Daya Lepas Dua Perwakilan Paskibraka Nasional 2025

Redaksi Snane
13 Juli 2025 • 5 min read
20250712_122147.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya secara resmi melepas dua orang pelajar yang akan mewakili daerah tersebut sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025. Acara pelepasan ini berlangsung di Kantor Gubernur Papua Barat Daya pada Sabtu (12/7/2025) sebagai bagian dari persiapan menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kedua pelajar yang terpilih adalah Frans Jemput, siswa kelas X dari SMA Negeri 4 Kampung Lilinta, Kecamatan Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, dan Esterline P.W. Warmasen, siswi kelas X dari SMK Negeri 1 Kota Sorong. Keduanya telah dinyatakan lulus serangkaian seleksi untuk bergabung dalam tim Paskibraka nasional yang akan bertugas di tingkat pusat.

Tahapan seleksi yang dilalui para peserta dilakukan secara bertahap dan ketat. Proses tersebut meliputi seleksi administrasi, tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, serta tes Inteligensi Umum. Selain aspek kognitif, para calon juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan fisik, seleksi baris-berbaris, dan psikotes yang mendalam guna menilai kepribadian, penelusuran minat dan bakat, hingga pemeriksaan rekam jejak pada media sosial.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya dalam sambutannya menyampaikan bahwa keikutsertaan perwakilan daerah ini merupakan sebuah bentuk kepercayaan dari pemerintah pusat kepada provinsi tersebut. Status Papua Barat Daya sebagai provinsi termuda di Indonesia tidak menghalangi kualitas sumber daya manusia untuk bersaing di level nasional.

“Kita patut bersyukur dan bangga karena meskipun provinsi ini masih sangat muda, pemerintah pusat memberikan kepercayaan untuk mengirimkan dua anak terbaik kita. Mereka telah melalui proses seleksi yang panjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga akhirnya terpilih di tingkat nasional,” ujar Wakil Gubernur dalam keterangan resminya di Sorong.

Lebih lanjut, program Paskibraka ini dijelaskan bukan sekadar tugas teknis untuk pengibaran dan penurunan bendera pada upacara kemerdekaan. Kegiatan ini merupakan instrumen pemerintah dalam melakukan kaderisasi calon pemimpin bangsa yang memiliki landasan karakter Pancasila yang kuat dan disiplin tinggi.

Pemerintah daerah memberikan arahan khusus kepada Frans Jemput dan Esterline P.W. Warmasen untuk tetap menjaga integritas selama masa pemusatan latihan. Hal ini mencakup penjagaan sikap, perilaku, serta tutur kata karena mereka membawa identitas provinsi baru di mata nasional.

“Kami berpesan agar mereka menjaga nama baik Papua Barat Daya, menjaga sikap dan tutur kata, serta menunjukkan karakter generasi muda yang bisa menjadi teladan di tingkat nasional,” tutur Wakil Gubernur saat menutup arahannya.

Dengan selesainya proses pelepasan ini, kedua delegasi asal Papua Barat Daya tersebut akan segera diberangkatkan menuju lokasi pemusatan latihan nasional. Mereka akan bergabung dengan perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif sebelum menjalankan tugas pada 17 Agustus 2025 mendatang.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.