SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Uskup Manokwari-Sorong Resmikan Gereja Katolik St. Wenseslaus di Sorong

Redaksi Snane
30 September 2024 • 5 min read
IMG-20240928-WA0021.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, meresmikan Gereja Katolik Santo Wenseslaus yang terletak di Kota Sorong pada Sabtu (28/09/2024). Peresmian rumah ibadah ini menandai selesainya proses pembangunan selama tujuh tahun yang menghasilkan sebuah bangunan gereja dengan arsitektur unik berupa atap kubah, berbeda dari gaya konvensional gereja Katolik di wilayah tersebut.

Prosesi peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Penjabat (PJ) Walikota Sorong yang diwakili oleh Jeremias Gembenop, Ketua DPRD Kota Sorong Jhon Lewerissa, serta tokoh politik Petronela Kambuaya dan Lamberthus Jitmau. Uskup Datus Lega dalam acara tersebut didampingi oleh Ketua Dewan Katolik Santo Petrus Remu sekaligus Ketua Panitia Pembangunan, Selestinus Paundanan.

Rangkaian acara diawali dengan pemberkatan patung Santo Wenseslaus dan pemotongan pita di depan pintu masuk gereja. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Mgr. Hilarion Datus Lega serta penyerahan kunci gereja secara simbolis dari panitia pembangunan kepada pihak keuskupan. Langkah ini menandai secara resmi operasionalisasi gereja untuk pelayanan umat di bawah naungan Pastor Paroki Vincentus Kocu.

Gereja Santo Wenseslaus menonjol karena desain artistiknya yang mengadopsi bentuk kubah pada bagian atap. Dalam khotbahnya, Uskup Datus Lega menjelaskan bahwa desain tersebut merupakan hasil diskusi panjang untuk menghadirkan nilai seni yang tinggi pada rumah ibadah. Pengerjaan atap kubah tersebut dilakukan secara khusus oleh 17 seniman spesialis asal Tulungagung, Jawa Timur.

“Kita berunding bagaimana saya yang memberi arahan pokoknya gereja ini jangan berbentuk konvensional. Hebatnya Pak Paundanan, beliau mengusulkan atapnya berbentuk kubah, kemudian dicarilah di Google di mana atap ini dibuat dan diketemukan di Tulungagung. Kemudian saya menghubungi Keuskupan Surabaya dan saya dipertemukan senimannya yang kemudian mengutus 17 tukangnya untuk membuat atap yang canggih ini,” ungkap Mgr. Hilarion Datus Lega di hadapan umat.

Berdasarkan data administratif gereja, Santo Wenseslaus akan melayani total umat sebanyak 5.941 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di lima lingkungan pelayanan, yaitu Lingkungan Santo Mikael, Lingkungan Santo Paulus, Lingkungan Santa Veronika, Lingkungan Santo Yosep, dan Lingkungan Santa Monika. Uskup juga menginstruksikan agar pelayanan misa hari Minggu dimulai tepat pukul 09.00 WIT.

Ketua Panitia Pembangunan, Selestinus Paundanan, memaparkan bahwa proyek besar ini memakan waktu pengerjaan selama tujuh tahun sejak peletakan batu pertama pada 29 Juni 2018. Total anggaran yang dihabiskan untuk merampungkan seluruh fasilitas gereja mencapai lebih dari Rp 8,6 miliar, yang bersumber dari berbagai bantuan pemerintah, lembaga swasta, hingga swadaya umat Katolik.

“Untuk total dana yang digunakan kurang lebih Rp 8.694.890.000. Adapun sumber dana berasal dari Pemerintah Kota Sorong, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bandung, Pegadaian, kelompok etnis kategorial, sumbangan pribadi, donatur, serta kebaikan kolekte umat Santo Petrus Remu,” terang Selestinus. Keberadaan gereja ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan iman yang representatif bagi ribuan umat di Kota Sorong.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.