PRECISION DATA •
SnanePapua

Sapi Sontrot 1,5 Ton Asal Bantul Jadi Hewan Kurban Presiden

Diterbitkan Oleh
admin
Tanggal Publikasi
Kamis, 14 Mei 2026

SNANE PAPUA, Bantul - Seekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) bernama Sontrot dengan bobot mencapai 1,5 ton asal Padukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, terpilih sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia. Pemilihan ini dilakukan setelah melalui proses seleksi ketat dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim dari Sekretariat Negara serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat guna memastikan standar kualitas terpenuhi.

Zuhdan Al-Halim, pemilik sapi tersebut, mengungkapkan bahwa sapi berusia empat tahun tersebut telah melalui rangkaian verifikasi administrasi dan teknis sebelum dinyatakan lolos sebagai kandidat utama. Tim ahli kesehatan hewan melakukan pemeriksaan fisik mulai dari berat badan, kondisi gigi untuk memastikan usia sapi, hingga pengambilan sampel laboratorium guna memastikan hewan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

"Kami sangat bersyukur Sontrot terpilih menjadi hewan kurban Bapak Presiden. Perawatannya memang kami lakukan secara intensif, terutama dalam menjaga pola makan dan kebersihan kandang agar berat badannya tetap stabil dan kesehatannya terjaga dengan baik hingga hari raya kurban nanti," ujar Zuhdan saat memberikan keterangan di peternakannya.

Menurut keterangan pemilik, Sontrot mendapatkan asupan nutrisi yang terukur setiap harinya. Pakan yang diberikan terdiri dari kombinasi konsentrat berkualitas tinggi, hijauan segar, serta tambahan vitamin dan suplemen secara rutin. Hal ini dilakukan untuk menjaga massa otot dan kesehatan organ dalam sapi agar memenuhi kriteria sebagai hewan kurban premium yang akan diserahkan oleh kepala negara.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bantul turut memberikan pengawasan berkelanjutan terhadap kondisi Sontrot. Pemerintah daerah memberikan pendampingan kepada para peternak lokal untuk memastikan standar pemeliharaan tetap terjaga. Terpilihnya sapi dari Bantul ini menegaskan reputasi peternak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menghasilkan ternak unggulan yang diakui secara nasional.

Sesuai dengan protokol Sekretariat Negara, sapi Sontrot akan terus dipantau kesehatannya secara berkala hingga waktu pengiriman ke lokasi penyembelihan yang telah ditentukan. Proses pengiriman nantinya akan dilakukan dengan pengawalan ketat untuk memastikan kondisi fisik sapi tidak mengalami stres yang dapat mempengaruhi kualitas daging kurban. Keberhasilan Zuhdan dalam membesarkan Sontrot menjadi motivasi bagi peternak lain di wilayah Bantul untuk terus meningkatkan kualitas manajemen peternakan mereka.

Bagikan: