PRECISION DATA •
SnanePapua

Telkomsel Tetapkan 20 Finalis Papua Maluku Digital Bootcamp 2026

Diterbitkan Oleh
admin
Tanggal Publikasi
Senin, 23 Februari 2026
WhatsApp-Image-2026-02-23-at-11.29.31.jpeg

SNANE PAPUA, Jayapura - Telkomsel secara resmi mengumumkan 20 finalis terpilih dalam program Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) 2026 setelah melalui proses seleksi ketat terhadap ribuan pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia. Para finalis tersebut merupakan peserta terbaik yang berhasil menyisihkan 3.099 pendaftar yang berasal dari 33 kampus di wilayah Papua dan Maluku.

Proses seleksi dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai parameter penilaian objektif. Kriteria seleksi mencakup konsistensi kehadiran peserta pada setiap sesi kelas daring, tingkat keaktifan, hasil evaluasi pre-test dan post-test, hingga kualitas penugasan yang disusun bersama Telkomsel dan The Local Enablers. Selain itu, performa peserta saat mempresentasikan proyek inovasi sosial pada sesi pitching di akhir rangkaian bootcamp menjadi faktor penentu kelulusan mereka ke tahap selanjutnya.

Memasuki fase implementasi, ke-20 finalis ini dijadwalkan untuk mengeksekusi rancangan solusi inovasi sosial (socio-innovation) selama lima bulan ke depan. Selama periode tersebut, para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif dari para mentor di wilayah kerja Telkomsel. Guna memastikan setiap inisiatif dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi komunitas lokal, Telkomsel juga memberikan dukungan berupa alokasi anggaran operasional bagi para finalis.

Program PMDB 2026 merupakan bagian dari kampanye #KoPastiBisa, sebuah gerakan pemberdayaan yang diinisiasi Telkomsel untuk mendorong kepercayaan diri dan keberanian talenta muda di Papua serta Maluku dalam mengembangkan potensi digital. Melalui program ini, Telkomsel berupaya memberikan akses dan kesempatan yang setara bagi pemuda di wilayah timur untuk meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di pasar industri masa depan.

General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif. Menurutnya, generasi muda di Papua dan Maluku memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan ekosistem mentoring yang tepat serta dukungan operasional yang memadai.

“Inisiatif Papua Maluku Digital Bootcamp adalah wujud nyata komitmen Telkomsel untuk menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif bagi generasi muda Papua dan Maluku. Kami percaya mereka memiliki potensi besar sebagai talenta masa depan bangsa. Melalui pendampingan intensif, ekosistem mentoring, dukungan operasional, serta kampanye #KoPastiBisa, kami ingin memastikan mereka punya keberanian dan kapasitas untuk bersaing di industri masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Fajri.

Ia menambahkan bahwa peran Telkomsel dalam program ini lebih dari sekadar entitas bisnis, melainkan sebagai mitra strategis yang mendampingi masyarakat. Fokus utama perusahaan adalah membuka jalan dan memperluas kesempatan bagi generasi muda, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan informal di bidang digital.

Putra Angga Al Aslam, mahasiswa Universitas Musamus Merauke yang menjadi salah satu finalis, menyatakan bahwa program ini memberikan motivasi besar bagi dirinya untuk berkontribusi bagi daerah. Menurutnya, dukungan dari Telkomsel memberikan kepercayaan diri bagi mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan dan menghadirkan solusi konkret atas permasalahan yang ada di masyarakat.

“Bootcamp ini mendorong saya untuk percaya bahwa anak Papua bisa menciptakan inovasi yang berdampak. Kampanye #KoPastiBisa itu bukan sekadar slogan, tapi benar-benar terasa. Telkomsel memberi kami rasa percaya diri untuk turun langsung ke lapangan, melihat masalah dari dekat, lalu menghadirkan solusi yang nyata,” kata Putra.

Seluruh rangkaian PMDB diselenggarakan tanpa dipungut biaya dengan kurikulum yang menitikberatkan pada keterampilan praktis dan proyek berbasis komunitas. Pada tahap akhir, para finalis didorong untuk memvalidasi solusi mereka bersama pemangku kepentingan lokal guna membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Telkomsel juga mengajak pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta untuk turut serta mendukung penguatan ekosistem talenta muda di Papua dan Maluku.

Adapun daftar 20 finalis yang terpilih meliputi Putra Angga Al Aslam, Kinaryo Citra Mashuda, Tasya Cahya Iriani, dan Ronna 'Allayya Nisriina dari Universitas Musamus Merauke. Dari Universitas Papua, terpilih Anna Maria Refra, Mutmainnah, Rambu Aya, serta Michelle Kinaya Sesa Rinding. Sementara itu, Universitas Pattimura diwakili oleh Ahmad Syarif Gunawan, Firman Ardiansyah Pulu, S. Talha Rumfot, dan Arman Alfons.

Finalis lainnya terdiri dari Elisabeth Atisa Berepung, Thio Kanisius, dan M. Didit Ghozali dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Melengkapi daftar tersebut adalah Felix Pelupessy dari Universitas Muhammadiyah Sorong, Dwi Risky Maulana dari UNIMUDA Sorong, Dessy Natalya Soplantila dari Universitas Negeri Papua, Dwi Putra Romadhon dari STIH Manokwari, serta Seravina Nuryanti Juita dari Politeknik Amamapare Timika.

Bagikan: