SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

SKK Migas dan Petrogas Basin Perkuat Ekonomi Petani di Seget

Redaksi Snane
01 Oktober 2025 • 5 min read
Pemberian-Dukungan-Peralatan-Pertanian.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petrogas (Basin) Ltd. menyelenggarakan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di Distrik Seget, Kabupaten Sorong, guna meningkatkan kapasitas ekonomi warga melalui sektor pertanian. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/9) ini difokuskan pada pemberian pelatihan teknis serta penyediaan sarana pendukung usaha kerakyatan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pelatihan yang dipusatkan di Balai Kampung Mobi tersebut diikuti oleh lebih dari 40 anggota kelompok tani yang berasal dari tiga wilayah, yakni Kampung Mobi, Kampung Kasim, dan Kampung Kasimle. Melalui inisiatif ini, perusahaan berupaya mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperbaiki infrastruktur ekonomi tingkat desa demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, SKK Migas dan Petrogas (Basin) Ltd. bersinergi dengan Dinas Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Provinsi Papua Barat Daya serta Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sorong. Para peserta mendapatkan pembekalan materi teknis yang komprehensif, mulai dari metode pengolahan lahan, teknik pembibitan dan persemaian, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan tepat guna, hingga manajemen pascapanen.

Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Sorong, Mugi Sujayani, yang hadir mewakili pemerintah daerah, memberikan apresiasi terhadap kontribusi nyata dari industri hulu migas ini. Ia menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Distrik Seget dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan berharap para petani dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat secara konsisten.

"Diharapkan melalui kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dari para petani yang mana hasil dari pertanian dapat mencukupi kebutuhan pangan keluarga, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat juga disalurkan kepada pihak lain, termasuk perusahaan," ujar Mugi Sujayani di sela-sela kegiatan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto, menegaskan bahwa pelaksanaan PPM di aspek ekonomi merupakan wujud komitmen tanggung jawab sosial industri hulu migas. Menurutnya, program ini didesain agar memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memastikan keharmonisan hubungan yang mendukung kelancaran operasional migas.

“Manfaat yang dirasakan masyarakat sangat bergantung pada besaran produksi selama kegiatan operasi hulu migas berlangsung. Karena itu, PPM menjadi komitmen penting untuk memastikan keberadaan industri migas membawa nilai tambah bagi daerah,” kata Mardianto dalam pernyataan tertulisnya.

Manager Field Operations RH Petrogas Companies in Indonesia, Mustaman, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sorong ini bertujuan untuk memacu kemandirian ekonomi warga melalui peningkatan pengetahuan teknologi pertanian. Ia menambahkan bahwa sinergi yang baik antara masyarakat dan perusahaan menjadi kunci utama keberhasilan operasional di lapangan.

"Melalui pelatihan ini, masyarakat berkesempatan mendapatkan peningkatan pengetahuan pertanian yang diharapkan dapat memacu peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, hubungan baik antara masyarakat dengan perusahaan juga semakin meningkat, guna mendukung kelancaran kegiatan operasi hulu migas," terang Mustaman.

Dukungan ini disambut positif oleh para pimpinan lokal. Kepala Kampung Mobi, Rachel P. Talahea, menyatakan bahwa bantuan berupa peralatan dan ilmu pengetahuan sangat krusial bagi produktivitas petani setiap harinya. Senada dengan itu, Kepala Kampung Kasim, Yance Amsyamsyum, berharap bibit dan peralatan yang diberikan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga petani di wilayahnya.

"Peralatan dan pelatihan berupa ilmu itu sangat membantu masyarakat. Saya harap masyarakat bisa memanfaatkan apa yang sudah diberikan oleh Petrogas," kata Rachel P. Talahea. Sementara itu, Yance Amsyamsyum menambahkan, "Pelatihan, peralatan, dan bibit sayur-mayur akan dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat petani lokal di kampung ini. Harapan kami ke depannya dapat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga."

Sebagai bagian dari paket bantuan, para petani menerima alat pendukung pertanian berupa mesin penggembur tanah, pupuk, serta bibit tanaman sayuran dan buah-buahan. Guna menjamin keberhasilan program, pihak penyelenggara juga menyediakan tim penyuluh yang melakukan pemantauan rutin setiap minggu, serta menyiagakan tenaga pendamping tani selama empat bulan penuh hingga awal tahun 2026.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.