Senator Hartono Dorong Penguatan Fungsi Strategis Masjid di Papua Barat Daya
SNANE PAPUA, Sorong - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, H. Hartono, menghadiri rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Papua Barat Daya. Pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk mematangkan pelaksanaan forum yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Januari 2026 di Al Akbar Convention Center, Kota Sorong.
Dalam arahannya, Hartono menekankan agar Rakerwil I DMI Papua Barat Daya mampu merumuskan berbagai program kerja yang berfokus pada upaya memakmurkan masjid di seluruh wilayah provinsi ke-38 tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan masjid harus memberikan dampak yang luas dan nyata bagi masyarakat sekitar, sejalan dengan dinamika pembangunan daerah yang sedang berjalan.
Hartono mengingatkan agar fungsi masjid tidak lagi dipandang secara sempit hanya sebagai tempat ibadah ritual dan dakwah semata. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari pembinaan generasi muda hingga menjadi motor penggerak ekonomi umat di tingkat akar rumput.
Senator perwakilan Papua Barat Daya tersebut mengharapkan adanya optimalisasi fungsi masjid agar lebih maksimal dalam melayani kebutuhan umat. "Kita harapkan kedepan seluruh masjid di Papua Barat Daya akan memberi manfaat dan fungsi yang lebih maksimal, tidak hanya sebagai tempat beribadah dan berdakwah, namun juga dapat menjadi pusat pembinaan generasi anak-anak dan remaja, kegiatan perekonomian maupun fungsi positif lainnya," ujar H. Hartono saat memberikan keterangan usai rapat koordinasi.
Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan. Hal ini meliputi kegiatan pengajian, ceramah agama, penyampaian fatwa, hingga pengajaran ilmu pengetahuan umum sebagaimana peran masjid pada masa lampau. Selain itu, masjid juga harus berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti wadah musyawarah warga, tempat pembagian zakat, serta pusat bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dari sisi pemberdayaan ekonomi, DMI diharapkan mampu mengarahkan masjid untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi umat. Pengelolaan infak, sedekah, dan wakaf yang profesional dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid. Hartono meyakini bahwa dengan fungsi yang terintegrasi antara aspek spiritual dan sosial-ekonomi, masjid akan menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.
Tim Redaksi Snane
Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.