SnanePapua

Saksi Kunci Beberkan Detik Terakhir Kesya Lestaluhu Bersama Oknum TNI AL

Redaksi Snane
28 Februari 2025 • 5 min read
IMG-20250227-WA0083.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Siti (22), saksi kunci dalam perkara pembunuhan Kesya Lestaluhu (20), membeberkan kronologi pertemuan terakhir antara korban dengan tersangka, Klasi Agung Suyono WP (23), usai menjalani proses rekonstruksi adegan. Keterangan tersebut disampaikan Siti di hadapan awak media di Kantor Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) pada Kamis (27/2/2025), menyusul penemuan jasad korban di Pantai Saoka, Distrik Maladumes, Kota Sorong.

Siti, yang merupakan mahasiswa semester tujuh di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua, adalah rekan dekat korban. Ia menjelaskan bahwa dirinya dan Kesya telah menjalin pertemanan sejak lama setelah diperkenalkan dalam sebuah acara di Kota Sorong. Kehadiran Siti dalam proses hukum ini menjadi krusial untuk memetakan rangkaian peristiwa sebelum tindak pidana pembunuhan oleh oknum anggota TNI AL tersebut terjadi.

Berdasarkan penuturan Siti, interaksi terakhir bermula pada Sabtu malam (12/1/2025) sekitar pukul 23.00 WIT melalui sambungan telepon. Saat itu, korban menghubungi Siti untuk meminjam sejumlah uang, namun Siti tidak dapat memenuhinya karena sedang tidak memiliki dana. Keduanya kemudian memutuskan untuk bertemu dan beranjak menuju tempat hiburan malam Star Light (ST) pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIT.

Dalam perjalanan menuju lokasi tersebut, Siti dan korban berboncengan tiga bersama Rizky Sangadji, yang merupakan kekasih Siti sekaligus anggota TNI AL. Saat berada di Star Light sekitar pukul 03.00 WIT, korban sempat meninggalkan lokasi sejenak untuk mengganti pakaian sebelum akhirnya kembali ke area parkir. Pada momen itulah, korban diketahui mulai berkenalan dengan tersangka Agung di lokasi hiburan tersebut.

"Saat Kesya balik itu, kita ketemu di luar/parkiran. Star Light sudah tutup jadi kita lanjut pergi ke depan Hotel Waigo. Namun sebelum pergi, Kesya sempat membantu temannya yang sedang berkelahi dengan bencong," ungkap Siti saat menjelaskan rangkaian peristiwa di area parkir tempat hiburan tersebut sebelum rombongan berpindah lokasi.

Sekitar pukul 04.00 WIT, rombongan tersebut berpindah ke area depan Hotel Waigo untuk melanjutkan mengonsumsi sisa minuman keras yang dibawa dari lokasi sebelumnya. Menjelang pagi, Siti berupaya mengajak korban untuk pulang ke kediaman mereka di wilayah Rufei, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban dengan alasan telah mendapatkan tumpangan lain dari tersangka.

"Saya sempat ajak Kesya pulang ke Rufei tapi dia menolak, karena akan diantar pulang oleh pelaku Agung. Akhirnya kita berpisah di depan Hotel Waigo," terang Siti. Keputusan korban untuk pulang bersama tersangka menjadi titik terakhir Siti melihat rekannya dalam keadaan hidup sebelum jenazah korban ditemukan beberapa jam kemudian.

Kabar duka diterima Siti pada pukul 11.00 WIT, saat jenazah Kesya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Pantai Saoka. Merespons informasi tersebut, Siti segera berinisiatif mencari nomor kontak tersangka melalui kekasihnya untuk mengonfirmasi keberadaan korban. Namun, saat dihubungi melalui telepon, tersangka Agung memberikan jawaban yang bersifat mengelak dan enggan dikaitkan dengan kejadian tersebut.

"Setelah mendengar kabar kematian Kesya, saya langsung meminta nomor handphone Agung lewat pacar saya. Kemudian saya menghubungi Agung, dia menjawab 'saya tidak tahu, jangan libatkan saya'," beber Siti mengenai respons dingin tersangka sesaat setelah peristiwa pembunuhan terungkap ke publik.

Menutup keterangannya, Siti menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga besar almarhumah Kesya Lestaluhu atas peristiwa nahas yang menimpa temannya. Ia menegaskan secara konsisten bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa kriminal tersebut dan berharap pihak keluarga dapat menerima klarifikasinya guna meluruskan spekulasi yang beredar.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.