SnanePapua

POMAL Lantamal XIV Gelar Rekonstruksi Ulang Pembunuhan Kesya di Sorong

Redaksi Snane
28 Februari 2025 • 5 min read
IMG-20250227-WA0064.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Jajaran Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Lantamal XIV menggelar rekonstruksi ulang kasus pembunuhan terhadap korban berinisial K (20) di lokasi kejadian perkara, Pantai Saoka, Distrik Maladumes, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (27/2/2025). Proses reka adegan ini dilakukan untuk memperjelas kronologi peristiwa yang merenggut nyawa korban pada Januari lalu.

Rekonstruksi tersebut menghadirkan tersangka utama, Kelasi Satu Agung Suyono Wahyudi Ponidi (23), yang merupakan oknum anggota TNI AL. Jalannya kegiatan ini dipantau langsung oleh Oditor Militer serta perwakilan dari Pengadilan Militer Jayapura guna memastikan kesesuaian fakta hukum di lapangan sebelum kasus dilimpahkan ke tahap persidangan.

Dalam proses tersebut, tersangka memperagakan sebanyak 18 adegan yang dimulai dari awal kedatangan hingga proses pembuangan jasad korban. Namun, penyidik menemukan adanya perubahan keterangan dari tersangka jika dibandingkan dengan rekonstruksi awal yang pernah dilaksanakan di Markas Lantamal XIV Sorong pada 20 Januari 2025 silam.

Fakta baru yang terungkap menunjukkan bahwa peristiwa tragis ini bermula dari pertemuan antara korban dan pelaku di sebuah tempat hiburan malam (THM) pada Sabtu malam, 11 Januari 2025. Peristiwa memuncak pada Minggu dini hari hingga akhirnya jasad korban ditemukan oleh warga di pesisir Pantai Saoka pada Minggu pagi, 12 Januari 2025.

Berdasarkan peragaan di tempat kejadian perkara (TKP), tersangka Agung mengakui bahwa korban sempat berupaya menyelamatkan diri. Korban diketahui keluar dari dalam mobil dan mencoba bersembunyi di balik semak belukar di pinggir jalan yang letaknya tidak jauh dari lokasi utama pembunuhan.

Sebelum eksekusi terjadi, tersangka juga mengungkapkan telah melakukan tindakan kekerasan fisik. Ia mengaku menampar korban sebanyak tiga kali karena merasa tertipu oleh janji korban. Tersangka mengeklaim korban telah bersepakat untuk melakukan hubungan intim namun kemudian berusaha melarikan diri saat berada di lokasi.

"Saya menampar korban tiga kali karena korban ingin kabur dengan mencoba membuka pintu mobil tapi saya segera menutupnya kembali," ujar Agung di sela-sela pelaksanaan rekonstruksi tersebut. Setelah kejadian itu, korban berhasil keluar mobil dan bersembunyi, sehingga pelaku harus memutar kendaraannya berkali-kali untuk mencari keberadaan korban.

Tersangka menjelaskan bahwa ia memutar mobil sebanyak tiga kali sambil memanggil korban dengan nada suara yang direkayasa agar terdengar sedih. Upaya tersebut dilakukan untuk membujuk korban agar mau keluar dari tempat persembunyiannya di semak-semak.

"Tiga kali saya bolak balik cari korban sambil teriak lalu panggil namanya, 'Aca keluar sudah mari kita pulang' dengan nada suara yang sedih supaya korban keluar dari persembunyiannya. Setelah keluar dari persembunyian, kami berdua melakukan hubungan intim," kata tersangka Agung menjelaskan siasatnya kepada penyidik.

Keterangan lain yang berubah berkaitan dengan aktivitas sebelum pembunuhan. Tersangka kini menyebutkan bahwa saat berada di samping mobil, baik dirinya maupun korban secara sadar menurunkan celana masing-masing. Pernyataan ini menganulir keterangan sebelumnya yang menyebutkan bahwa hanya korban yang menurunkan celana terlebih dahulu.

Setelah hubungan tersebut berakhir, tersangka langsung mengambil senjata tajam jenis pisau kerambit yang disimpan di dalam mobil untuk menghabisi nyawa korban secara sadis. Ia kemudian menyeret tubuh korban sebelum membuangnya ke laut guna menghilangkan jejak.

"Setelah berhubungan intim di samping mobil, saya langsung mengambil pisau kerambit dari dalam mobil kemudian menancapkan ke punggung korban sambil memegang bajunya yang dinaikkan keatas lalu menyeret sambil menusuk tubuh korban berulangkali dan kemudian membuangnya ke air laut," ungkap Agung saat memperagakan adegan terakhir di tepi pantai.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.