SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Robert Joppy Kardinal Salurkan Beasiswa PIP ke 101.274 Penerima

Redaksi Snane
23 Juli 2025 • 5 min read
IMG-20250722-WA0114.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Robert Joppy Kardinal, mencatat penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) aspirasi miliknya telah mencapai 101.274 penerima manfaat di Provinsi Papua Barat Daya pada periode 2021 hingga 2024.

Robert Joppy Kardinal, yang saat ini bertugas di Komisi IV DPR RI, menyatakan bahwa bantuan pendidikan ini merupakan kelanjutan dari program aspirasi yang diperjuangkannya saat masih duduk di Komisi X DPR RI. Penyaluran bantuan tersebut difokuskan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah daerah pemilihan Papua Barat Daya.

Berdasarkan data resmi dari Tim RJK, jumlah penerima manfaat mengalami kenaikan dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 7.143 penerima manfaat yang terdiri dari 4.486 siswa SD, 1.204 siswa SMP, 1.023 siswa SMA/SMK, serta 250 mahasiswa penerima KIP Kuliah. Pada tahun 2022, jumlah ini meningkat menjadi 7.701 orang dengan rincian 3.650 siswa SD, 1.621 siswa SMP, 1.930 siswa SMA/SMK, dan 500 mahasiswa KIP Kuliah.

Peningkatan signifikan terlihat pada tahun 2023 dengan total 41.930 penerima manfaat. Rinciannya meliputi 22.847 siswa SD, 10.061 siswa SMP, 8.522 siswa SMA/SMK, dan 500 mahasiswa KIP Kuliah. Sementara itu, untuk tahun 2024, jumlah total penerima bantuan mencapai 44.500 orang, yang mencakup 26.879 siswa SD, 9.088 siswa SMP, 8.033 siswa SMA/SMK, serta 500 mahasiswa KIP Kuliah.

Robert menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui institusi perbankan resmi sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa. "Sehingga program PIP ini dikhususkan untuk siswa dari keluarga kurang mampu dan disalurkan melalui Bank BRI untuk jenjang SD dan SMP, serta Bank BNI untuk jenjang SMA dan SMK," katanya.

Robert menambahkan bahwa tujuan utama dari penyaluran aspirasi ini adalah untuk menjamin akses pendidikan bagi siswa agar tidak terjadi putus sekolah di tengah jalan. Selain itu, program ini diharapkan dapat memotivasi para siswa di Papua Barat Daya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain sektor pendidikan, Robert Joppy Kardinal juga memaparkan sejumlah program di bidang ketahanan pangan setelah dirinya berpindah ke Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan. Ia menyatakan telah menyalurkan bantuan bibit ikan hingga bantuan ternak kepada kelompok tani di wilayah tersebut.

"Program ketahanan pangan dimulai dari bantuan 1,2 juta bibit ikan air tawar dan payau, bantuan pertanian, serta ayam petelur sebanyak 600 ekor untuk setiap kelompok tani yang tersebar di wilayah Provinsi Papua Barat Daya," ujar Robert. Program-program tersebut diklaim bertujuan untuk mendukung swasembada pangan di tingkat daerah.

Robert menegaskan bahwa seluruh program bantuan yang disalurkan akan tetap berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan ketepatan sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. "Saya pastikan untuk terus melakukan pengawasan, karena itu adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai anggota DPR RI," pungkasnya.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.