SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Petrogas (Island) Ltd Perkuat Ekonomi Nelayan Sorong Melalui Pelatihan Perikanan

Redaksi Snane
11 September 2025 • 5 min read
IMG-20250910-WA0101-1.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Petrogas (Island) Ltd. bersama SKK Migas menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas serta penyediaan bantuan peralatan bagi puluhan nelayan di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/9/2025) ini bertujuan untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat lokal melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di wilayah kerja hulu minyak dan gas bumi.

Pelatihan yang dipusatkan di Balai Kampung Maralol tersebut melibatkan sekitar 20 nelayan setempat. Para peserta mendapatkan pembekalan teknis dari fasilitator Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, yang mencakup praktik merakit jaring baru hingga teknik perbaikan alat tangkap yang rusak. Selain materi teknis, perusahaan juga menyerahkan bantuan sarana produksi berupa jaring ikan, perahu, motor tempel, hingga bibit tanaman buah kepada warga.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Harlen Rayen Pane, S.Pi., menyatakan bahwa inisiatif ini memberikan dampak positif bagi motivasi usaha penangkapan ikan di wilayah tersebut. Menurutnya, pemahaman teknis yang baik harus dibarengi dengan fasilitas yang memadai agar hasil tangkapan nelayan dapat meningkat signifikan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi nelayan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus memotivasi usaha penangkapan ikan. Ditambah dengan adanya dukungan peralatan seperti perahu dan motor tempel, kami berharap hasil tangkapan lebih efektif dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Harlen Rayen Pane saat memberikan keterangan resmi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto, menjelaskan bahwa program pengembangan masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas terhadap kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasi. Ia menekankan adanya sinergi antara pemberdayaan masyarakat dengan upaya menjaga kelancaran operasional energi nasional.

“Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran operasi hulu migas demi ketahanan energi nasional,” jelas Mardianto.

Senada dengan hal tersebut, Manager Field Operations RH Petrogas Companies in Indonesia, Mustaman, menegaskan bahwa perusahaan menaruh perhatian besar pada keberlanjutan ekonomi nelayan. Fokus pelatihan tidak hanya pada penggunaan alat, tetapi juga pada aspek pemeliharaan jangka panjang agar aset yang diberikan dapat menunjang produktivitas nelayan secara mandiri.

“Kami ingin nelayan tidak hanya menguasai teknik penggunaan jaring yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga mampu merawat peralatannya agar lebih produktif dan tahan lama. Dengan begitu, taraf hidup mereka bisa meningkat secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Mustaman.

Aparatur Kampung Maralol, Mathias Wehminit, mengapresiasi bantuan dan pelatihan yang diberikan oleh Petrogas (Island) Ltd. Ia menyebutkan bahwa kemampuan untuk memperbaiki alat tangkap secara mandiri akan mengurangi ketergantungan nelayan pada pihak luar serta menekan biaya operasional harian.

“Pelatihan ini sangat membantu kami. Sekarang kami tahu cara menjahit jaring sendiri ketika rusak. Itu berarti kami bisa lebih mandiri dalam menjaga alat tangkap,” ungkap Mathias.

Penyerahan bibit tanaman buah sebagai bagian dari program ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi tambahan bagi warga selain dari sektor perikanan. Kehadiran industri migas melalui program PPM ini diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam membangun kemandirian ekonomi di Kabupaten Sorong secara berkelanjutan.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.