SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Pertamina EP Tanam 110 Ribu Pohon Rehabilitasi DAS di Sorong

Redaksi Snane
28 Mei 2025 • 5 min read
IMG-20250527-WA0058.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Pertamina EP (PEP) Papua Field, bagian dari Zona 14 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, melaksanakan penanaman 110.000 bibit pohon di atas lahan seluas 130 hektare di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (27/5). Aksi lingkungan ini difokuskan pada rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kelurahan Klawasi dan Pal Putih, Distrik Sorong Barat.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Wakil Walikota Sorong Anshar Karim, serta Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih. Dari pihak otoritas migas dan korporasi, hadir Kepala SKK Migas Pamalu Mardianto, Direktur 4 Pertamina EP Muhamad Arifin, serta General Manager Zona 14 Dadang Soewargono.

Pelaksanaan rehabilitasi DAS ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6698 Tahun 2024. Program ini menjadi bentuk kepatuhan perusahaan atas Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 117,31 hektare yang digunakan untuk operasional migas oleh SKK Migas dan PT Pertamina EP. Komitmen lingkungan ini direncanakan berjalan jangka panjang hingga tahun 2028, yang mencakup tahapan pemeliharaan rutin serta pemantauan berkelanjutan.

Secara teknis, Pertamina EP Papua Field menerapkan pola tanam intensif dengan kerapatan 625 pohon per hektare. Komposisi vegetasi yang ditanam terdiri dari 60 persen tanaman kayu, seperti Merbau, Matoa, Linggua, dan Sengon. Sementara 40 persen sisanya merupakan jenis tanaman hasil hutan bukan kayu (HHBK), meliputi bibit Rambutan, Durian, dan Pinang, yang diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal di masa depan.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, dalam sambutannya menyatakan bahwa aksi ini merupakan cerminan nyata dari semangat kolaborasi dalam menjaga ekosistem. "Kehadiran kita hari ini merupakan sebuah refleksi nyata dari semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pertamina EP atas pelaksanaan aksi penanaman 110.000 pohon. Semoga kegiatan mulia ini menjadi awal dari tradisi baik yang akan terus diwariskan kepada generasi mendatang, demi mewujudkan keberlanjutan lingkungan di tanah Papua," ujar Nausrau.

Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq, menegaskan bahwa inisiatif ini sangat relevan dengan arah kebijakan nasional. "Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada SKK Migas serta Pertamina EP Papua Field atas inisiatif luar biasa dalam menyelenggarakan aksi penanaman pohon hari ini. Kegiatan ini merupakan wujud nyata ikhtiar kita bersama dalam merawat dan melestarikan bumi. Di Kementerian Kehutanan, kami telah menetapkan rencana strategis (Renstra) tahun 2025 yang berfokus pada tiga aspek utama: ketahanan pangan, ketersediaan air, dan energi berkelanjutan. Aksi tanam pohon ini sangat sejalan dengan arah kebijakan tersebut," tutur Sulaiman.

Direktur 4 Pertamina EP, Muhamad Arifin, menekankan bahwa perusahaan secara konsisten menjalankan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program ini. Menurutnya, keterlibatan warga sekitar menjadi kunci keberhasilan program. "Kegiatan ini merupakan bentuk kepatuhan pelaksanaan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Namun tidak hanya itu, aspek sosial juga terbangun dengan kolaborasi perlibatan masyarakat dalam penanaman dan perawatan selama periode kewajiban yang berbasis pada keberlanjutan kelestarian lingkungan," kata Arifin.

Sebelumnya pada tahun 2024, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina juga telah melakukan langkah serupa di wilayah lain. Melalui entitas Pertamina EP Cepu, perusahaan telah menanam 183.771 pohon di Kabupaten Blitar dan 150.000 pohon di Kabupaten Cianjur sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban regulasi kehutanan nasional secara masif.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.