SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Pertamina EP dan RH Petrogas Tingkatkan Eksplorasi Migas di Papua

Redaksi Snane
15 Juni 2025 • 5 min read
IMG-20250614-WA0047.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - PT Pertamina EP dan RH Petrogas menyatakan komitmen untuk mempercepat kegiatan eksplorasi serta pengembangan sumur minyak dan gas bumi baru di wilayah Sorong, Papua Barat Daya. Langkah strategis ini merupakan respons positif atas kunjungan lapangan yang dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto di wilayah tersebut.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa fokus utama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) saat ini adalah percepatan eksplorasi dan eksploitasi guna menarik investasi serta meningkatkan cadangan migas nasional. Sebagai bentuk dukungan, SKK Migas memberikan berbagai insentif dan kemudahan regulasi bagi KKKS yang aktif melakukan kegiatan operasi di lapangan.

“Target kita adalah menaikan lifting, tidak ada yang lain. Ini sejalan dengan program dan Asta cita Presiden Prabowo- Gibran dan telah menjadi target Kementerian ESDM, kita akan kejar terus lifiting sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Djoko Siswanto saat memberikan keterangan resmi mengenai target produksi migas nasional.

President RH Petrogas Indonesia, Ferry Hakim, mengungkapkan bahwa Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung saat ini memproduksi lebih dari 4.000 barel minyak per hari (BOPD) dan gas lebih dari 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Seluruh hasil produksi dari wilayah kerja tersebut diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan energi dan ketahanan domestik.

Sebagai bagian dari komitmen pengembangan, Petrogas (Basin) Ltd. berencana melakukan tajak dua sumur eksplorasi pada tahun 2025, yaitu sumur Karim-1 dan NW Klagagi-1 di WK Kepala Burung. Selanjutnya, pada tahun 2026, perusahaan akan melakukan survei Onshore 3D Seismic Acquisition guna mengevaluasi prospektifitas cadangan. Selain itu, optimalisasi produksi lapangan eksisting akan dilakukan melalui proyek Walio Pilot EOR dan Matoa Huff & Puff oleh Petrogas (Island) Ltd.

Direktur Utama Regional Timur Indonesia Subholding Upstream Pertamina, Muhamad Arifin, menyatakan bahwa dukungan penuh dari pemerintah menjadi motivasi tambahan bagi Papua Field untuk meningkatkan kontribusi terhadap target produksi nasional. Ia menyebut kunjungan Menteri ESDM memberikan semangat bagi tenaga kerja di lapangan untuk menjaga operasional yang selamat dan berkelanjutan.

“Kunjungan Bapak Menteri ESDM menjadi penyemangat bagi seluruh insan Papua Field untuk terus berkarya dalam menjaga ketahanan energi nasional serta menjalankan operasi yang selamat, andal, dan berkelanjutan,” kata Muhamad Arifin.

Dalam mendukung program pemerintah, Pertamina EP Papua Field menargetkan pengeboran lima sumur eksplorasi dan empat sumur pengembangan. Hingga saat ini, empat sumur eksplorasi telah selesai dikerjakan, yakni Markisa (MKS)-001, Kembo (KMO)-001, Buah Merah (BMR)-001, dan North East Markisa (NEM)-001. Sementara itu, satu sumur eksplorasi Bitangur (BIT)-001 serta empat sumur pengembangan di Salawati (SLW-C4X, SLW-E6X, SLW-F2X, SLW-F3X) masih dalam proses pengerjaan.

Saat ini, Pertamina EP Zona 14 Regional Indonesia Timur (Papua Field) mengelola lebih dari 100 sumur aktif dengan total produksi minyak mencapai 800 BOPD. Aktivitas masif ini memperkuat posisi Papua sebagai wilayah strategis dalam peta jalan energi nasional melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri hulu migas.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.