SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Menteri Agama Lantik 328 PPPK Kemenag Papua Barat di Sorong

Redaksi Snane
27 Mei 2025 • 5 min read
IMG-20250527-WA0003-1.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Sebanyak 328 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat resmi dilantik oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada Senin (26/5/2025). Pelantikan ini merupakan bagian dari pengukuhan massal 71.409 PPPK Kementerian Agama formasi tahun 2024 tahap I yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia melalui sambungan virtual.

Prosesi pelantikan untuk wilayah Papua Barat dipusatkan di Gedung Asrama Haji Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Para aparatur yang dilantik mencakup berbagai jabatan fungsional strategis, mulai dari guru, penyuluh agama, penghulu, hingga tenaga teknis dan pelaksana lainnya. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pelayanan keagamaan dan birokrasi di wilayah Kepala Burung Papua tersebut.

Dalam arahannya, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan bahwa status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) membawa konsekuensi besar yang melampaui tugas-tugas administratif. “Menjadi ASN ataupun PPPK di Kementerian Agama memiliki tanggung jawab berat, tidak hanya secara administratif tetapi juga moral dan spiritual,” ujar Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan secara daring dari Jakarta.

Nasaruddin juga menginstruksikan para pegawai baru untuk menjaga tiga pilar kerukunan, yakni kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragama, serta kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Selain itu, ia memperkenalkan konsep ekoteologi, yakni pendekatan keagamaan yang memprioritaskan kelestarian alam. Ia mengingatkan bahwa krisis lingkungan hidup saat ini memerlukan perhatian serius dari para pemuka dan pengelola urusan agama.

Menurut Menag, peran agama sangat krusial dalam mitigasi kerusakan lingkungan yang kian mengancam kehidupan manusia secara global. "Kerusakan lingkungan memiliki dampak yang jauh lebih besar dari perang. Oleh karena itu, peran agama sangat penting dalam menyadarkan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam," tegas Nasaruddin di hadapan puluhan ribu peserta pelantikan.

Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI, Dr. H. Wawan Djunaedi, melaporkan rincian statistik penerimaan pegawai tahun ini. Ia memaparkan bahwa dari total 89.781 formasi yang tersedia, sebanyak 71.409 peserta dinyatakan lulus seleksi dan berhak mengikuti pelantikan pada tahap pertama. Data menunjukkan komposisi gender yang cukup berimbang di tingkat nasional antara laki-laki dan perempuan.

“Peserta pelantikan terdiri dari 49,6 persen perempuan atau sebanyak 35.445 orang dan 50,4 persen laki-laki atau sebanyak 35.891 orang. Peserta termuda berusia 23 tahun dan peserta tertua berusia 59 tahun 7 bulan yang terdiri dari para guru yang akan memasuki masa pensiun,” tutur Wawan. Ia juga menambahkan terdapat 33 orang yang mengundurkan diri, dengan rincian 28 orang meninggal dunia dan 12 calon lainnya dianggap gugur karena tidak mengunggah Daftar Riwayat Hidup (DRH).

Rekrutmen dan pelantikan PPPK tahun 2024 ini didasarkan pada regulasi resmi pemerintah melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 329 Tahun 2024. Keputusan tersebut mengatur tentang Penetapan Kebutuhan PPPK di Instansi Pemerintah untuk Tahun Anggaran 2024 guna menutupi kekurangan tenaga kerja profesional di berbagai sektor kementerian.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.