Masyarakat Kokoda Sorong Serukan Persatuan dan Pemanfaatan Program Pendidikan
SNANE PAPUA, Sorong - Ratusan masyarakat Kokoda di Kota Sorong didorong untuk meningkatkan persatuan serta memaksimalkan pemanfaatan program pendidikan gratis dari pemerintah guna memutus mata rantai putus sekolah di wilayah tersebut. Seruan ini mengemuka dalam agenda Safari Dakwah Majelis Papua Muslim Kokoda Provinsi Papua Barat Daya yang diselenggarakan di Masjid Babul Jannah, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan yang mengusung tema penguatan ukhuwah Islamiah, Watoriah, dan Basaria ini dihadiri oleh sedikitnya 80 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkokoh fondasi sosial dan kesejahteraan masyarakat Kokoda melalui pendekatan religius dan edukatif di tengah dinamika perkembangan wilayah perkotaan yang semakin pesat.
Kepala Suku Besar IMEKKO Kota Sorong, H. Ibrahim Wugaje, memimpin langsung jalannya kegiatan didampingi Ketua Pemuda Masyarakat Kokoda sekaligus pendakwah utama, Ustad Darji Marife. Hadir pula sejumlah tokoh penting lainnya, termasuk Anggota MRPBD Pokja Agama H. Idris Wugaje dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Emeyodere Kokoda Ismail Agia.
Dalam arahannya, Ibrahim Wugaje menekankan bahwa ukhuwah atau persaudaraan merupakan elemen krusial dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial di lingkungan masyarakat Kokoda. Ia memberikan peringatan keras kepada warga, terutama generasi muda, agar tetap waspada terhadap segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan meningkatkan semangat kebersamaan umat. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pemuda Kokoda, agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan dari pihak yang ingin memecah belah persatuan,” ujar Ibrahim Wugaje dalam sambutannya.
Ibrahim juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat maupun daerah terhadap komunitas Muslim Kokoda. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan tokoh masyarakat dapat terus terjalin secara rutin demi mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Selain aspek keamanan, fokus utama dalam safari dakwah ini adalah sektor pendidikan. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Emeyodere Kokoda, Ismail Agia, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus diprioritaskan oleh setiap keluarga. Ia meminta masyarakat tidak lagi mengabaikan kesempatan sekolah bagi anak-anak mereka mengingat adanya dukungan fasilitas dari negara.
"Mari kita dukung program pemerintah dalam memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak kita, manfaatkan peluang pendidikan yang besar ini agar tidak ada lagi anak-anak Kokoda yang putus sekolah," tegas Ismail Agia di hadapan para jamaah.
Rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 12.50 WIT tersebut diakhiri dengan tausiah, doa bersama, dan ramah tamah. Melalui Safari Dakwah ini, masyarakat Kokoda menyatakan komitmen untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama dan berperan aktif dalam menciptakan situasi kondusif di wilayah Kota Sorong.
Tim Redaksi Snane
Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.