SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

LMA Papua Barat Daya Gelar Perayaan Natal dan Syukuran Hari Otsus

Redaksi Snane
01 Desember 2025 • 5 min read
WhatsApp-Image-2025-11-30-at-22.04.14.jpeg

SNANE PAPUA, Sorong - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Barat Daya menyelenggarakan ibadah perayaan penyambutan Natal tahun 2025 yang dirangkaikan dengan ibadah pengucapan syukur memperingati Hari Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025. Kegiatan yang diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat adat tersebut berlangsung dengan khidmat di Gedung Lambertus Jitmau, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Minggu (30/11/2025).

Acara gabungan ini mengusung tema "Berjalan dalam Kasih Menjadi Saksi Damai bagi Papua dalam Menjaga NKRI". Dalam pelaksanaannya, ibadah tersebut menghadirkan pelayan firman Tuhan, Max Karubaba, yang menyampaikan pesan-pesan spiritual kepada seluruh tamu undangan dan perwakilan masyarakat adat yang hadir dari berbagai wilayah di Papua Barat Daya.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam sambutannya mengajak seluruh umat Kristiani, khususnya masyarakat asli Papua, untuk memaknai tema Natal tahun ini sebagai sebuah suka cita besar. Ia menekankan bahwa kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat membawa misi perdamaian dan terang bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Menurutnya, perayaan ini harus menjadi momentum penting dalam memupuk semangat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan masyarakat.

"Mari kita sambut dan jadikan natal dengan penuh suka cita, kelahiran Yesus Kristus keduani membawa pesan kedamaian, membawa terang bagi kita semua, oleh karena itu mari kita jaga harmoni ini dengan semangat kerukunan," ujar Elisa Kambu dalam pidatonya di hadapan keluarga besar LMA.

Di tempat yang sama, Ketua LMA Papua Barat Daya, George Karel Dedaida, menyatakan bahwa penggabungan perayaan Natal dengan peringatan Hari Otonomi Khusus merupakan langkah strategis untuk membawa kabar suka cita bagi seluruh masyarakat asli Papua. Ia menilai aspek spiritualitas Natal dan implementasi Otsus di tanah Papua harus berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat.

"Kedua momentum peringatan ini membawa pesan bagi kita semua agar menjadikan Natal Yesus Kristus untuk senantiasa menjadi berkat, membawa damai dan suka cita bagi kita semua," kata George Karel Dedaida menjelaskan urgensi dari kegiatan tersebut bagi masyarakat adat setempat.

Pelaksanaan ibadah syukuran ini juga menjadi sarana bagi lembaga adat untuk memperkuat persatuan antar-suku dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh agama dalam acara tersebut menegaskan komitmen kolektif untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah Papua Barat Daya selama masa perayaan Natal hingga memasuki tahun yang baru.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.