SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

KRI Wahidin Sudirohusodo-991 Memulai Misi Diplomasi Maritim ke Kawasan Pasifik Selatan

Redaksi Snane
19 Oktober 2024 • 5 min read
IMG-20241018-WA0064.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Komando Armada III resmi melepas keberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Port Visit 2024 KRI Wahidin Sudirohusodo-991 dari Dermaga Lantamal XIV Sorong untuk memulai misi muhibah internasional menuju kawasan Pasifik Selatan pada Jumat (18/10/2024). Kapal bantu rumah sakit buatan dalam negeri tersebut dijadwalkan mengunjungi empat negara, yakni Negara Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini, dalam misi diplomasi pertahanan dan perdamaian yang berlangsung selama 48 hari.

Pelayaran ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yang sebelumnya telah melepas satgas ini dari Jakarta pada 9 Oktober 2024. Di Sorong, upacara pelepasan dipimpin oleh Kepala Staf Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto, mewakili Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Hersan. Kehadiran kapal ini di wilayah Pasifik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral dan kehadiran Indonesia di kawasan tersebut.

Kepala Staf Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto menyatakan bahwa misi ini bertujuan untuk menjalin hubungan diplomasi pertahanan dan membawa pesan perdamaian kepada negara-negara tetangga di Pasifik Selatan. "Adapun negara-negara kawasan Pasifik Selatan yang akan dikunjungi antara lain Negara Solomon, Fiji, Vanuatu dan Papua New Guinea," ujar Singgih saat memberikan keterangan kepada awak media di dermaga Lantamal XIV setelah melakukan pengecekan kesiapan kapal.

Misi diplomasi maritim ini tercatat sebagai sejarah baru bagi TNI Angkatan Laut karena merupakan pelayaran perdana yang melibatkan kapal jenis bantu rumah sakit ke wilayah Pasifik Selatan. Selama singgah di setiap negara tujuan, personel satgas akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan diplomatik, mulai dari kunjungan kehormatan (courtessy call), kegiatan olahraga bersama, program pertukaran budaya, hingga open ship bagi warga setempat. Selain itu, misi ini membawa agenda kemanusiaan berupa bakti kesehatan.

Singgih menambahkan bahwa selain menjalin hubungan diplomatik pertahanan, TNI AL juga melaksanakan pemberian bantuan kesehatan berupa obat-obatan dan pengobatan gratis, serta perbaikan fasilitas ibadah oleh prajurit. Dalam menjalankan agenda tersebut, TNI AL bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI terkait dukungan penyediaan logistik medis yang akan didistribusikan kepada masyarakat di negara-negara yang dikunjungi.

Sebanyak 183 personel dikerahkan dalam penugasan ini, yang terdiri dari 136 anak buah kapal (ABK), 36 staf satgas yang mencakup penyelam, dokter umum, dokter spesialis, serta tim penerangan. Pelayaran ini juga melibatkan 10 pelajar dari Sorong sebagai bagian dari program edukasi maritim. Seluruh satgas berada di bawah komando Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo Irbianto, yang menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Bantu Koarmada III.

KRI Wahidin Sudirohusodo-991 sendiri merupakan kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) hasil produksi PT PAL Indonesia di Surabaya. Kapal dengan panjang 124 meter dan lebar 21,8 meter ini memiliki berat benaman sebesar 7.290 ton. Sebagai fasilitas kesehatan terapung, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 18 knot dan memiliki daya tahan berlayar hingga 30 hari penuh dengan jangkauan mencapai 10.000 mil laut.

Singgih menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat membangun kepercayaan antarnegara di kawasan dan menunjukkan kontribusi aktif Indonesia di Pasifik. "Kami harapkan dengan kegiatan ini dapat terwujudnya Confidence Building Measure (CBM) dengan negara-negara Pasifik Selatan dan juga mewujudkan kehadiran negara Indonesia di kawasan Pasifik Selatan," tutupnya. Pelayaran ini diproyeksikan berakhir pada 25 November 2024 dengan rute Jakarta–Sorong–Solomon–Fiji–Vanuatu–Papua Nugini dan kembali ke Sorong.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.