SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Kilang Kasim Salurkan Rp 200 Juta untuk Pengembangan Ekowisata Waifoi

Redaksi Snane
17 September 2025 • 5 min read
kkt1.jpg

SNANE PAPUA, Raja Ampat - PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim meresmikan pembaruan citra Saupon Adventure Village di Kampung Waifoi, Kabupaten Raja Ampat, pada Sabtu (14/9/2025). Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat bagi warga penyangga kawasan konservasi senilai Rp 200.000.000.

Saupon Adventure Village, yang sebelumnya bernama Saupon Homestay, merupakan mitra binaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VII Kasim. Program pengembangan ini dijalankan melalui sinergi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Waifoi.

General Manager PT KPI RU VII, Yodia Handhi Prambara, menyerahkan langsung bantuan finansial tersebut kepada pengurus Saupon Adventure Village. Dana tersebut diperuntukkan bagi pengembangan fasilitas dan kapasitas masyarakat di kawasan pendukung konservasi di wilayah Kabupaten Raja Ampat.

“Semoga bantuan ini memiliki banyak kebermanfaatan untuk kemaslahatan kampung Waifoi dan menjadikan Saupon Adventure Village menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi turis mancanegara dan menumbuhkan eco wisata yang terdepan di Kabupaten Raja Ampat,” kata Yodia.

Yodia menjelaskan bahwa pihak perusahaan telah melakukan tinjauan langsung terhadap potensi wisata yang ada di lokasi tersebut. Ia menyebut sinergi antara sektor industri dan masyarakat diperlukan untuk mendorong lokasi ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Raja Ampat.

“Melihat langsung keindahan yang ada di Saupon Adventure Village membuat Kilang Kasim percaya dengan dukungan sinergi yang hebat tempat ini akan menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah Raja Ampat,” ujar Yodia.

Area Manager Communication, Relations, CSR, & Compliance RU VII Kasim, Ferdy Saputra, memaparkan bahwa dukungan Kilang Kasim terhadap KTH Warkesi dan KTH Waifoi telah dimulai sejak tahun 2018. Kerja sama ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah Papua Barat Daya.

“Komitmen ini diwujudkan dalam penandatanganan kerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya periode 2024-2028. Ini merupakan perpanjangan dari periode 2018-2023,” tutur Ferdy.

Ferdy menambahkan bahwa program konservasi keanekaragaman hayati ini dijalankan sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Good Governance (ESG). Menurutnya, kolaborasi dengan BBKSDA tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga penguatan kapasitas kelompok tani setempat.

“Program bersama BBKSDA tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat melalui KTH yang sejalan dengan prinsip-prinsip ESG,” pungkas Ferdy.

Ketua Kelompok Tani Hutan, Zakaria, memberikan keterangan terkait bentuk bantuan yang diterima dari pihak Kilang Kasim. Selain pembangunan infrastruktur homestay, perusahaan juga memberikan pelatihan bahasa Inggris bagi pemandu wisata dan pengetahuan tambahan bagi anak-anak di kampung tersebut.

“Kilang Kasim tak hanya membangun homestay, lebih dari itu Kilang Kasim membangun lingkungan sosial yang mendukung bisnis guna memutar roda ekonomi kampung, seperti pelatihan bahasa Inggris kepada tour guide dan bekal pengetahuan kepada anak-anak,” ucap Zakaria.

RU VII Kasim merupakan unit pengolahan di bawah PT KPI yang mengelola bisnis minyak dan petrokimia. Dalam operasionalnya, perusahaan menyatakan komitmen untuk mengikuti standar pengolahan minyak dunia dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelola perusahaan yang transparan.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.