Kilang Kasim Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Bulan K3 Nasional
SNANE PAPUA, Sorong - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VII Kasim secara resmi memulai rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026 melalui upacara yang digelar di halaman kantor utama perusahaan pada Senin (31/1/2026). Pelaksanaan agenda ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mengimplementasikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja pengolahan minyak mentah.
Peringatan Bulan K3 Nasional merupakan agenda rutin tahunan yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Pada tahun ini, tema yang diusung adalah "Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif". Tema tersebut menekankan pada pentingnya penguatan budaya keselamatan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, produktif, serta memiliki daya saing tinggi di seluruh sektor industri nasional.
General Manager Kilang Kasim, Yodia Handhi Prambara, yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan bahwa PT KPI RU VII Kasim merupakan objek vital nasional dengan karakteristik pekerjaan yang memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, penerapan aspek HSSE menjadi pilar krusial yang tidak dapat ditawar dalam operasional sehari-hari guna menjamin keamanan personel maupun fasilitas kilang.
“Seperti yang kita tahu bekerja di Kilang, memiliki risiko yang tinggi, kita harus memastikan keberlangsungan operasional yang aman dan produktif untuk mencapai tujuan tersebut, kita membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, terampil, dan sadar akan pentingnya penerapan aspek di pekerjaan masing-masing,” ujar Yodia dalam amanatnya di hadapan para peserta upacara.
Lebih lanjut, Yodia mengharapkan momentum Bulan K3 ini dapat memperbarui semangat seluruh elemen di lingkungan RU VII Kasim dalam menjalankan prosedur keselamatan kerja. Pihaknya meminta agar seluruh lapisan pekerja, mulai dari pimpinan fungsi hingga mitra kerja, berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang nihil kecelakaan kerja (zero accident).
“Saya menghimbau partisipasi aktif dari seluruh Pimpinan Fungsi, Perwira dan Pertiwi Pertamina, serta Mitra Kerja di lingkungan RU VII Kasim dan jadikan bulan ini menjadi momentum pembaharuan pola pikir dalam penerapan aspek HSSE di setiap pekerjaan kita,” tambah Yodia.
Dalam rangkaian seremoni tersebut, dilakukan penyerahan Bendera K3 secara simbolis dari General Manager kepada Wakil Ketua Panitia, Mokhamad Sony Ghufron. Selain itu, tim Fire Brigade RU VII Kasim turut memperagakan simulasi pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sederhana sebagai bentuk edukasi dan kesiapsiagaan darurat bagi seluruh pekerja.
Sebagai bagian dari subholding pengolahan dan petrokimia Pertamina, RU VII Kasim menjalankan operasional bisnisnya dengan mematuhi prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Perusahaan berkomitmen untuk mewujudkan visi menjadi kilang minyak berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik di wilayah timur Indonesia.
Tim Redaksi Snane
Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.