Kilang Kasim Libatkan Masyarakat Seget Rancang Program Pemberdayaan Berbasis Inisiatif
SNANE PAPUA, Sorong - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VII Kasim menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama warga di Distrik Seget guna merancang program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis aspirasi lokal. Kegiatan ini bertujuan memposisikan masyarakat di wilayah lingkar satu objek vital nasional sebagai inisiator utama dalam pembangunan daerah mereka sendiri.
Pelaksanaan FGD tersebut menjangkau tujuh kampung di wilayah Distrik Seget, meliputi Kampung Malabam, Seget, Kasim, Wayangkede, Wasingsan, Klayas, dan Kasimle. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap program pemberdayaan yang akan digulirkan memiliki ketepatan sasaran dan dampak ekonomi yang nyata bagi penduduk setempat.
Area Manager Communication, Relation, CSR & Compliance PT KPI RU VII Kasim, Ferdy Saputra, menyatakan bahwa pelibatan langsung masyarakat merupakan bentuk pemberdayaan yang menempatkan warga sebagai pengambil keputusan. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program yang dijalankan.
“Kilang Kasim terus berupaya agar program-program yang akan diberikan di tengah masyarakat merupakan program yang tepat dan memiliki kebermanfataan yang signifikan sehingga masyarakat juga akan menjalankan program ini dengan maksimal,” ujar Ferdy dalam keterangan resminya pada Jumat (31/1/2026).
Ia menambahkan bahwa hasil diskusi dalam FGD akan menjadi landasan bagi perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya dalam mendukung pembangunan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Komitmen ini mencakup dukungan terhadap rancangan program yang telah disepakati bersama oleh perwakilan warga dari setiap kampung.
“Setelah melakukan FGD dan mendengar kebutuhan serta keinginan di setiap kampung, Kilang Kasim berkomitmen untuk mendukung setiap program yang akan dirancang untuk bisa memberdayakan masyarakat yang hidup di daerah 3T,” kata Ferdy menegaskan.
Selain sebagai ruang perencanaan, forum ini juga menjadi instrumen evaluasi bagi program-program yang sedang berjalan di lapangan. Salah satu peserta diskusi, Tony Mugu, yang merupakan anggota kelompok peternakan Kamisalun, menekankan pentingnya akuntabilitas dari sisi masyarakat sebagai penerima manfaat.
Tony berpendapat bahwa keberhasilan jangka panjang dari bantuan yang diberikan oleh PT KPI RU VII Kasim sangat bergantung pada disiplin dan kerja keras para pelaksana di tingkat desa. Ia mengimbau seluruh kelompok masyarakat untuk menjaga integritas dalam menjalankan program yang telah mereka usulkan sendiri.
“Kita masyarakat dan kelompok wajib menjalankan program dengan baik, Kilang Kasim telah membantu kita mewujudkan program, selanjutnya kita sebagai pelaksana yang harus bekerja dengan baik, karena manfaat dari program itu, sepenuhnya akan kembali ke masyarakat,” tutur Tony.
PT KPI RU VII Kasim merupakan anak perusahaan Pertamina yang mengelola bisnis inti pengolahan minyak dan petrokimia di wilayah Papua. Dalam operasionalnya, perusahaan menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) guna mencapai visi sebagai perusahaan kilang berkelas dunia yang berwawasan lingkungan dan bertanggung jawab sosial.
Tim Redaksi Snane
Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.