SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Kapolresta Sorong Ingatkan Pengguna Media Sosial Tidak Sebar Berita Hoaks

Redaksi Snane
24 September 2024 • 5 min read
20240924_105222-1.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto, memperingatkan masyarakat dan simpatisan politik agar tidak menjadi agen penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial demi menjaga kondusivitas wilayah selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Peringatan tersebut disampaikan Kapolresta saat memberikan sambutan dalam agenda Deklarasi Kampanye Damai yang digelar di Gedung LJ, Kompleks Kantor Wali Kota Sorong, Selasa (24/9/2024). Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Sorong, Forkopimda, pimpinan partai politik, pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta kalangan akademisi.

Happy menegaskan bahwa di era digital saat ini, kecepatan dan masifnya penyebaran informasi menjadi perhatian utama aparat keamanan. Menurutnya, arus informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di tengah dinamika politik yang sedang berlangsung di Kota Sorong.

Kapolresta menyoroti fenomena penyebaran video hoaks yang sering memicu reaksi berlebihan dari warga. Salah satu contoh yang diangkat adalah beredarnya informasi palsu mengenai aksi pembacokan yang diklaim terjadi di wilayah hukum Sorong, sehingga pihak kepolisian harus melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk meredam keresahan masyarakat.

"Sampai sekarangpun masih banyak yang menanyakan kebenaran informasi itu kepada saya dan saya nyatakan tidak benar karena kejadian tersebut sudah terjadi 6 bulan lalu di Manado," ucap Kombes Pol Happy Perdana Yudianto di hadapan para peserta deklarasi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyebaran berita hoaks dapat berimplikasi pada sanksi hukum pidana jika kepolisian melakukan penelusuran lebih dalam. Kapolresta menyayangkan perilaku sejumlah pengguna media sosial yang sering kali mendahului proses verifikasi demi mengejar eksistensi di dunia maya.

"Disini saya sampaikan bahwa memang kadang-kadang jari ini 'gatal' jika tiba-tiba terima video atau berita untuk buru-buru di sebarkan. Mungkin ingin jadi yang pertama penyebar berita, tapi dia lupa bukan seorang wartawan/jurnalis. Akhirnya secara tidak langsung menjadi agen penyebar berita hoaks," kata Happy menjelaskan fenomena penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab.

Menghadapi tantangan tersebut, Kapolresta menghimbau kepada para pendukung pasangan calon dan seluruh masyarakat agar selalu melakukan kroscek terhadap setiap informasi yang kebenarannya masih diragukan. Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memverifikasi fakta guna menghindari provokasi.

"Sekarang ada yang namanya mesin telusur, informasi apasaja bisa dicek disitu, beda jaman dulu yang masih minim informasi. Jangan sampai kita juga termakan oleh berita-berita hoaks," pungkasnya. Dengan deklarasi ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat di Kota Sorong dapat bekerja sama menjaga suasana tetap damai hingga berakhirnya seluruh tahapan Pilkada.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.