SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Kantor Dukcapil Sorong Dirusak Massa Terkait Penetapan Calon Gubernur

Redaksi Snane
23 September 2024 • 5 min read
IMG-20240923-WA0039.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Sorong menjadi sasaran aksi perusakan oleh massa yang tidak puas terhadap keputusan penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya pada Minggu (22/9/2024) malam. Ribuan orang yang terkonsentrasi di sekitar lokasi kejadian melampiaskan kemarahan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat Daya merilis daftar pasangan calon yang lolos verifikasi Pilkada 2024.

Gedung Kantor Dukcapil Kota Sorong yang berlokasi kurang lebih 100 meter dari Kantor KPU Papua Barat Daya menjadi sasaran amuk massa lantaran ketatnya penjagaan aparat keamanan di gedung KPU. Massa yang tidak dapat mendekati kantor penyelenggara pemilu tersebut kemudian merusak fasilitas negara yang berada di sekitarnya tak lama setelah surat keputusan penetapan lima pasangan calon beredar luas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi fisik bangunan mengalami kerusakan parah dengan serpihan kaca jendela yang berserakan di area kantor. Selain kerusakan pada konstruksi bangunan, sejumlah peralatan elektronik pendukung kerja turut hancur akibat serangan tersebut. Saat ini, garis polisi telah dipasang mengelilingi area Kantor Dukcapil guna kepentingan penyelidikan dan pengamanan tempat kejadian perkara.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sorong, Onesimus Assem, mengonfirmasi bahwa insiden ini berdampak langsung pada penghentian total pelayanan publik. Ia menyatakan bahwa instansinya belum dapat menentukan kapan operasional akan kembali normal mengingat kerusakan yang diderita menyentuh aspek vital sistem administrasi kependudukan.

"Kami mohon maaf untuk sementara tidak dapat memberikan pelayanan dikarenakan selain kondisi kantor tidak memungkinkan juga sebagian alat-alat tidak berfungsi baik komputer, printer hingga server induk ikut dirusak," ujar Onesimus Assem saat memberikan keterangan resmi mengenai dampak kerusuhan tersebut.

Onesimus menjelaskan bahwa kerugian materiil akibat aksi anarkistis ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pihak dinas telah berupaya mengevakuasi sisa perangkat yang masih dapat diselamatkan ke lokasi yang lebih aman, namun perbaikan infrastruktur teknologi informasi, terutama server induk, membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Sebagian perangkat sudah kami amankan ke tempat lain, sedangkan kantor yang rusak dan perbaikan server induk perlu waktu lama untuk diperbaiki. Kami juga melihat dari sisi keamanan bagi para pegawai sehingga normalnya pelayanan belum bisa ditentukan," kata Onesimus menambahkan. Ia menekankan bahwa jaminan keamanan bagi staf merupakan prioritas utama sebelum layanan dibuka kembali bagi warga Kota Sorong.

Sebelumnya, KPU Papua Barat Daya secara resmi menetapkan lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bertarung dalam kontestasi politik mendatang. Pasangan pertama adalah Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau, diikuti oleh pasangan Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiw pada urutan kedua. Pasangan ketiga adalah Bernard Sagrim dan Sirajudin Bauw, sedangkan pasangan keempat terdiri dari Letjen TNI (Purn) Joppye Onesimus Wayangkau dan Ibrahim Wugaje. Pasangan terakhir yang ditetapkan adalah Gabriel Asem dan Lukman Wugaje.

Situasi di sekitar lokasi kejadian kini dilaporkan mulai kondusif di bawah pengawasan aparat gabungan. Pihak kepolisian masih terus melakukan koordinasi untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Sorong pasca-penetapan pasangan calon guna mencegah eskalasi massa yang lebih luas di tengah tahapan pemilihan kepala daerah yang sedang berlangsung.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.