SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Hartono Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kampung Walal

Redaksi Snane
20 Desember 2025 • 5 min read
prt1.jpeg

SNANE PAPUA, Sorong - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Hartono, melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Kampung Walal, Distrik Salawati, Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan kerja atau reses untuk mengedukasi warga mengenai landasan dasar dalam bernegara.

Hartono menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus disebarluaskan secara berkelanjutan agar kerukunan masyarakat yang majemuk tetap terjaga di wilayah Papua Barat Daya.

Ia mengatakan bahwa kehidupan masyarakat yang majemuk akan sulit bersatu jika tidak memiliki kesamaan pandangan dalam kehidupan berbangsa. Penanaman nilai-nilai tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah perbedaan latar belakang masyarakat yang ada di Distrik Salawati.

"Saat ini kami sebagai anggota DPD RI sedang melakukan reses, kehadiran kami di sini bukan lagi mewakili masyarakat yang memilih atau tidak memilih kami saat pemilihan legislatif 2024 yang lalu," kata Hartono. Ia menyatakan bahwa saat ini sudah menjadi tugasnya untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mendengarkan setiap masukan agar dapat disuarakan dalam rapat-rapat di Senayan.

Dalam pemaparannya, Hartono membandingkan metode penguatan ideologi saat ini dengan masa lalu. Ia menyebutkan bahwa masyarakat sebelumnya mengenal Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), namun instrumen tersebut sudah tidak ada setelah masa reformasi sehingga peran sosialisasi empat pilar menjadi sangat krusial.

Tantangan utama yang dihadapi saat ini, menurut Hartono, berkaitan dengan kemajuan teknologi dan akses informasi digital yang sangat cepat. Ia menilai bahwa penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dapat diminimalisir jika keluarga mampu berperan aktif dalam membentengi generasi muda.

"Tugas kami juga untuk melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan. Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada kemajuan teknologi dan akses digital sehingga penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dapat diminimalisir, terutama kita dapat menanamkan pemahaman Pancasila kepada anak-anak kita di rumah," ujar Hartono.

Selain memberikan sosialisasi, Hartono mengajak seluruh masyarakat Kampung Walal untuk bersama-sama menjaga kehidupan yang rukun dan damai. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati di antara sesama warga untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.

Kunjungan ini juga digunakan untuk memantau perkembangan aspirasi masyarakat di tingkat kampung secara langsung. Hartono menyatakan bahwa setiap poin yang disampaikan oleh warga Walal akan menjadi catatan penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan dan legislasi yang dijalankannya sebagai wakil daerah di tingkat pusat.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat hingga pemuda setempat. Hartono menutup rangkaian kunjungannya dengan menegaskan kembali bahwa pengamalan nilai-nilai kebangsaan adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga negara, pungkasnya.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.