SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Hartono Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di UNIMUDA Sorong

Redaksi Snane
19 Desember 2025 • 5 min read
pp2.jpeg

SNANE PAPUA, Sorong - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H. Hartono melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di lingkungan Kampus Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai fondasi bernegara kepada kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UNIMUDA Sorong, Rustamadji. Peserta yang hadir mencakup jajaran sivitas akademika serta mahasiswa dari berbagai program studi yang mengikuti pemaparan materi mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Rustamadji menyatakan pihak universitas memberikan apresiasi terhadap pemilihan UNIMUDA Sorong sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai pilar kebangsaan merupakan hal mendasar bagi mahasiswa yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pak Hartono dalam menyelenggarakan sosialisasi 4 pilar di kampus UNIMUDA Sorong, sosialisasi ini sangat penting bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang akan meneruskan estafet bangsa Indonesia yang majemuk," kata Rustamadji.

Anggota DPD RI H. Hartono dalam penjelasannya menyebutkan bahwa Empat Pilar Kebangsaan berfungsi sebagai fondasi utama bagi generasi muda dalam upaya membangun bangsa. Ia memaparkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pilar-pilar tersebut harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara guna menjaga persatuan.

Hartono membandingkan situasi saat ini dengan masa lalu ketika program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) masih diterapkan di institusi pendidikan. Ia menilai pada masa tersebut, nilai-nilai toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat terjaga melalui penanaman nilai-nilai dasar secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.

"Dulu kita hidup benar-benar menanamkan nilai-nilai pancasilan yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, kita saling menjaga, saling menghargai, saling menghormati dan toleransi, melalui 4 Pilar Kebangsaan ini harus kita jaga dan lestarikan sebagai warisan bangsa. Generasi muda harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari," ujar Hartono.

Ia menambahkan bahwa penguatan pemahaman kebangsaan ini bertujuan untuk membentengi pemikiran generasi muda dari pengaruh pemahaman yang berpotensi merusak keutuhan bangsa. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kerukunan di wilayah Papua Barat Daya dan Indonesia secara umum.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPD RI untuk turun ke daerah pemilihan dalam rangka memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap dipahami oleh masyarakat luas. Agenda ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif pusat dengan institusi pendidikan di daerah.

Acara diakhiri dengan pemaparan teknis mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi tantangan global. Hartono menutup kegiatan dengan menyatakan bahwa keberlanjutan bangsa bergantung pada pemahaman generasi muda terhadap jati diri nasional dan pengamalan nilai-nilai luhur dalam keseharian mereka sebagai warga negara.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.