SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

DKP Sorong dan Bank Indonesia Gelar Gerakan Pangan Murah Kendalikan Inflasi

Redaksi Snane
28 Mei 2025 • 5 min read
20250527_104935.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Sorong bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Cabang Papua Barat menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis dalam mengendalikan inflasi daerah serta menjamin stabilitas pasokan pangan. Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Wali Kota Sorong pada Selasa (27/5/2025) ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat melalui penyediaan bahan pokok dengan harga di bawah standar pasar.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Sorong, Tamrin Tajuddin, secara resmi membuka kegiatan tersebut mewakili Wali Kota Sorong dengan prosesi pemukulan tifa. Pelaksanaan pasar murah ini terpantau mendapat antusiasme tinggi dari warga, khususnya kaum ibu, yang telah mengantre sejak pagi hari. Untuk menjaga ketertiban distribusi, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan sedikitnya 300 kupon bagi warga yang ingin mendapatkan komoditas pangan murah tersebut.

Dalam pengarahannya, Tamrin Tajuddin menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan instrumen penting dalam menghadapi kondisi ekonomi makro di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Kota Sorong masih berada dalam perhatian terkait status inflasi selama tiga hingga empat tahun terakhir, meskipun kebijakan mengenai pencabutan status darurat sepenuhnya berada di bawah otoritas pemerintah pusat.

"Inflasi di Kota Sorong pada bulan lalu tercatat hanya sebesar 0,12 persen, angka yang relatif rendah dan terkendali jika dibandingkan dengan daerah lain, serta jauh di bawah rata-rata nasional. Ini adalah capaian yang patut kita banggakan," ungkap Tamrin Tajuddin saat memaparkan data perkembangan harga di hadapan para peserta dan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa upaya menekan angka inflasi bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini sejalan dengan program 100 hari kerja Wali Kota Sorong yang memprioritaskan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mitigasi dampak lonjakan harga barang pokok. Tamrin juga menginstruksikan para pimpinan OPD untuk segera merumuskan program kerja yang memberikan dampak langsung pada kesejahteraan warga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sorong, Stefanus Jitmau, menjelaskan bahwa sasaran utama dari GPM ini adalah memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Stefanus menyebutkan bahwa komoditas yang disediakan merupakan hasil kurasi bahan pangan yang sering mengalami fluktuasi harga di pasar tradisional.

Adapun rincian bahan pangan yang dipasarkan meliputi beras premium kemasan 5 kilogram sebanyak 500 karung dengan harga Rp65.000, gula pasir sebanyak 475 kilogram seharga Rp14.000 per kilogram, dan minyak goreng sebanyak 500 liter seharga Rp16.000 per liter. Selain itu, tersedia pula tepung terigu sebanyak 500 kilogram seharga Rp8.000 per kilogram, 500 rak telur ayam seharga Rp50.000 per rak, 300 kilogram bawang merah seharga Rp30.000 per kilogram, 300 kilogram bawang putih seharga Rp35.000 per kilogram, serta 75 kilogram cabai rawit atau rica kecil seharga Rp35.000 per kilogram.

Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah ini mendapat dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, termasuk Perum Bulog, Bank Indonesia, Distributor Pangan Delta Mandiri Perkasa, serta keterlibatan para pedagang dari Pasar Sentral Kota Sorong. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan global.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.