SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Danlantamal XIV Sorong Buka Operasi Teritorial TNI 2024 di Suprau

Redaksi Snane
09 Oktober 2024 • 5 min read
20241008_151951.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XIV Sorong Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo secara resmi membuka Satuan Tugas Operasi Teritorial (Opster) TNI Tahun Anggaran 2024 di wilayah Tanjung Kasuari, Desa Suprau, Distrik Maladumes, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan yang dimulai pada Selasa (8/10/2024) ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Operasi Teritorial TNI di wilayah Desa Suprau tersebut direncanakan akan berlangsung selama dua bulan ke depan. Fokus utama dari operasi ini terbagi menjadi dua kategori, yakni sasaran fisik dan non-fisik. Untuk sasaran fisik, TNI memprioritaskan perbaikan satu unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga, renovasi satu tempat ibadah, serta pembangunan keramba jaring apung guna mendukung sektor ekonomi produktif masyarakat nelayan setempat.

Danlantamal XIV Sorong Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo menjelaskan bahwa Satgas Opster TNI hadir sebagai jembatan untuk mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan. Pihaknya menekankan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas militer, melainkan untuk mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat melalui aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari.

”Kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan teritorial TNI yang bertujuan untuk mengoptimalkan tugas TNI dalam bidang Pembinaan Teritorial (Binter) yang dilaksanakan oleh AL TNI Koarmada III. Lantamal XIV beserta jajarannya, dalam mewujudkan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanta) di seluruh wilayah NKRI. Melalui program-program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” ujar Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo saat memimpin upacara pembukaan.

Selain pembangunan infrastruktur, Satgas Opster juga mengagendakan serangkaian program non-fisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut mencakup penyuluhan kesehatan bagi masyarakat, edukasi penanganan stunting, serta pemberian materi wawasan kebangsaan dan bela negara. Untuk mendukung sektor pendidikan dan ekonomi, TNI juga mendistribusikan alat tulis kepada siswa, pemberian bahan kontak, serta bantuan bibit dan pakan ikan bagi masyarakat pesisir di wilayah Papua Barat Daya.

Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo menambahkan bahwa kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah merupakan kunci dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi saat ini. Operasi ini diharapkan mampu menciptakan ruang juang yang tangguh bagi pertahanan negara dengan cara memberdayakan potensi wilayah secara maksimal.

“Kegiatan ini juga merupakan wujud sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa pada masa sekarang ini, termasuk membantu Pemda dalam upaya mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemanunggalan TNI- Rakyat, guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara,” pungkasnya. Upacara pembukaan ini turut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pengerjaan sasaran fisik di lapangan.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.