SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

BMT KUM3 Kabupaten Sorong Catat Pertumbuhan Pendapatan 18 Persen

Redaksi Snane
07 Februari 2026 • 5 min read
WhatsApp-Image-2026-02-07-at-07.29.23.jpeg

SNANE PAPUA, Aimas - Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari'ah (KSPPS) Baitul Ma'al Wat Tamwil (BMT) Komunitas Usaha Mikro Mu'amalat Berbasis Masjid (KUM3) Kabupaten Sorong mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen pada tahun buku 2025. Capaian ini diumumkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-14 yang digelar dengan skema khusus di delapan titik masjid yang tersebar di wilayah Papua Barat Daya.

Ketua KSPPS BMT KUM3, Mungawan, merinci bahwa total pendapatan yang berhasil dibukukan pada tahun 2025 mencapai Rp2.993.790.264. Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan perolehan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2.542.400.542. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, biaya operasional lembaga juga mengalami penyesuaian untuk mendukung ekspansi usaha dan pelayanan anggota.

"Tahun ini kita berhasil membukukan pendapatan Rp2.993.790.264; naik 18% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2.542.400.542; dengan biaya ditahun 2024 Rp1.463.927.341; naik 15% ditahun 2025 sebesar Rp1.676.511.856;" terang Mungawan saat memaparkan laporan pertanggungjawaban pada Jumat, 6 Februari 2026.

Selain pendapatan, indikator kesehatan keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif yang kuat. Berdasarkan laporan keuangan, neraca aktiva KSPPS BMT KUM3 mengalami lonjakan dari Rp22.385.397.527 pada tahun 2024 menjadi Rp28.441.598.702 pada tahun 2025. Pertumbuhan aset ini berdampak langsung pada Sisa Hasil Usaha (SHU) yang akan didistribusikan kepada seluruh anggota, yakni mencapai Rp1.301.040.563, atau naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1.065.758.627.

Ketua Pengawas Syari'ah KSPPS BMT KUM3, Hartono, memberikan apresiasi atas performa finansial lembaga yang dinilai stabil dan terus berkembang di tengah dinamika ekonomi daerah. Pihaknya menetapkan target optimis untuk tahun buku 2026, terutama pada sektor penghimpunan dana simpanan guna memperkuat basis pembiayaan mikro.

"Capaian ditahun 2024 Alhamdulillah menggembirakan, kita harapkan peningkatan ini dapat terus terjadi hingga akhir tahun 2026 kita targetkan simpanan menjadi Rp27.839.404.473; atau naik sekitar 12% dibandingkan simpanan tahun 2025 yang mencapai Rp24.856.611.137;" kata Hartono dalam keterangannya.

Penyelenggaraan RAT ke-14 tahun ini menerapkan metode yang berbeda guna menjamin efektivitas dan jangkauan partisipasi anggota secara lebih luas. Pelaksanaan dibagi ke dalam beberapa kelompok yang tersebar di delapan lokasi masjid di Papua Barat Daya. Skema ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja tahunan sekaligus menyusun rencana strategis kegiatan usaha untuk satu tahun ke depan secara lebih mendalam bersama para anggota.

Lembaga keuangan syariah ini terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui basis rumah ibadah. Dengan tren pertumbuhan aset dan pendapatan yang konsisten sejak tahun 2024, KSPPS BMT KUM3 memproyeksikan penguatan modal dan peningkatan layanan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro di wilayah Sorong dan sekitarnya pada periode mendatang.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.