SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KRIMINAL KEBERLANJUTAN PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Bank Indonesia dan Pemda Gelar TCEF 2025 di Sorong

Redaksi Snane
21 Juni 2025 • 5 min read
20250620_171012.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya resmi membuka TORANG Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2025 di Gedung LJ, Kota Sorong, pada Kamis (20/6). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui sektor ekonomi kreatif dan ekowisata berbasis budaya lokal di Tanah Papua.

Festival yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 22 Juni 2025 tersebut menampilkan berbagai produk unggulan dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) se-wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Selain pameran produk, penyelenggara juga menyajikan pertunjukan seni dan budaya yang merepresentasikan kekayaan tradisi masyarakat di wilayah Papua.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Wakil Gubernur Papua Barat, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, serta Wakil Wali Kota Sorong. Turut hadir pula jajaran unsur Forkopimda, perwakilan sektor perbankan, dan tamu undangan lainnya dalam seremoni pembukaan tersebut.

Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam sambutannya menyatakan bahwa TCEF 2025 merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang menunjukkan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan pemerintah daerah. Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) triwulan I tahun 2025 yang mencatat pertumbuhan ekonomi Papua Barat dan Papua Barat Daya sebesar 4,80 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut dilaporkan didorong oleh kinerja sektor perdagangan dan jasa yang mengindikasikan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat serta perbaikan konsumsi rumah tangga. Deputi Gubernur Bank Indonesia menilai peningkatan konektivitas antarwilayah turut berperan dalam capaian angka pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Berbagai potensi UMKM seperti batik Papua, anyaman noken, hasil laut, dan produk lokal lainnya mencerminkan kekayaan alam dan budaya Papua yang luar biasa. Melalui festival ini, kami ingin terus memperkuat peran UMKM dan sektor pariwisata dalam ekonomi daerah dan nasional,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Pihak Bank Indonesia juga menyampaikan perkembangan digitalisasi ekonomi melalui penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi UMKM. Secara nasional, hingga April 2025, jumlah merchant QRIS telah mencapai 38,7 juta dengan total lebih dari 3,7 miliar transaksi. Sementara itu, di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, jumlah merchant tercatat melampaui 170.000 dengan total frekuensi transaksi lebih dari 12 juta kali.

Gubernur Papua Barat Daya menyebutkan bahwa festival ini merupakan momentum untuk membangun sinergi antar pemangku kepentingan yang meliputi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat adat, hingga akademisi. Ia menilai kegiatan ini berfungsi sebagai wadah untuk merumuskan langkah nyata dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di Papua Barat Daya.

“Ini bukan hanya pameran produk atau pertunjukan seni. Lebih dari itu, ini adalah ruang strategis untuk bertukar ide dan merumuskan langkah nyata dalam pengembangan ekonomi kreatif dan ekowisata di Papua Barat Daya,” ujar Gubernur Papua Barat Daya.

Gubernur menambahkan bahwa terdapat empat poin utama dalam penyelenggaraan TCEF 2025, yakni menangkap potensi ekonomi kreatif dan ekowisata secara luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan aktif. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk melestarikan budaya dan lingkungan sebagai fondasi pembangunan, serta membangun citra Papua sebagai destinasi yang aman bagi wisatawan.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.