Berita Terbaru: Amiruddin Umalelen Serukan Perdamaian dan Penegakan Hukum Pasca insiden Penembakan Pilot di Yahukimo
Berita Terbaru: Kilang Kasim Dorong Kampung Seget Jadi Pelopor Pesisir Tanggap Bencana di Kabupaten Sorong
Berita Terbaru: Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Kegiatan penanaman tersebut antara lain dihadiri oleh Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dyah Murtiningsih, Bupati Blitar yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Krisna Triatmanto bersama forkopimda, Komisaris Utama PEPC Taufan Hunneman, Direktur Utama PEPC Muhamad Arifin, dan Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Arya Dwi Paramita,. Penanaman juga diramaikan oleh lebih dari 100 perwira dan siswa sekolah yang berada di sekitar wilayah penanaman.
Dalam sambutannya, Dyah Murtiningsih menyebutkan bahwa kondisi bumi saat ini sudah sangat memprihatinkan akibat kegiatan manusia yang tidak bijak dalam mengelola alam. Hal ini kemudian menimbulkan dampak perubahan iklim yang menyebabkan berbagai bencana. Para pemimpin dunia dalam Paris Agreement sepakat menurunkan emisi sebagai salah satu penyebab terbesar dalam perubahan iklim. Indonesia memiliki target pengurangan emisi gas rumah kaca yang ditetapkan dalam Nationally Determined Contributions (NDC) sebesar 32% dengan upaya sendiri dan 42% dengan dukungan internasional.
“Target ini tidak akan mungkin dapat dicapai tanpa kolaborasi dari berbagai pihak, yakni pemerintah pusat, daerah, swasta maupun masyarakat. Hari ini kita menyaksikan penanaman pohon yang dilakukan oleh Pertamina EP Cepu, sebagai upaya menekan emisi. Inilah yang saya sebut sebagai Collaboration for Sustainability, semua bergandeng tangan melakukan aksi kebaikan untuk bumi dan generasi mendatang,” ujar Dyah.

Penanaman pohon kali ini merupakan penanaman pohon dengan jumlah terbesar dan wilayah terluas di wilayah Regional Indonesia Timur. Pada 2023, Regional Indonesia Timur telah melakukan penanaman sekitar 28 ribu bibit di berbagai lokasi penanaman. Program penanaman ini berkontribusi terhadap agenda internasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) utamanya tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, tujuan 15 Ekosistem Darat, tujuan 8 Pekerjaan Yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan tujuan 17 yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
“Aksi penanaman pohon tidak hanya berhenti sampai disini. Dalam waktu dekat kami akan melakukan kegiatan penanaman di Cianjur, Jawa Barat seluas 125 hektare dan di Sorong Papua Barat seluas 130 hektare,” imbuh Arifin.
INFORMASI UMUM
Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina merupakan pengelola hulu migas yang secara geografi tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua yang terdiri dari asset offshore dan onshore. Wilayah kerja di bawah Regional Indonesia Timur yaitu Zona 11 (Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java), Zona 12 (Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip), Zona 13 (Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait), dan Zona 14 (Papua, Salawati, Kepala Burung, Babar Selaru, Semai).
Copyright © Snanepapua.com - 2026