Januari 14, 2026

Ancam Ekonomi AS, JPMorgan Chase Siap Lawan Rencana Trump Batasi Bunga Kartu Kredit 10 Persen

SNANEPAPUA.COM – Rencana ambisius Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membatasi bunga kartu kredit maksimal 10 persen kini menghadapi tantangan besar dari sektor perbankan. JPMorgan Chase, salah satu raksasa keuangan dunia, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk melawan kebijakan tersebut demi melindungi stabilitas sektor keuangan dan operasional bisnis mereka.

Pihak perbankan menilai bahwa pembatasan suku bunga yang terlalu rendah akan berdampak negatif pada ketersediaan layanan kredit bagi masyarakat luas. Dalam pernyataannya, perwakilan JPMorgan menekankan bahwa segala opsi sedang dipertimbangkan untuk merespons langkah politik ini, termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum guna membatalkan rencana yang dianggap merugikan industri perbankan tersebut.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, para analis memprediksi akan terjadi penurunan drastis dalam pembukaan akun kartu kredit baru bagi warga Amerika. Bank-bank kemungkinan besar akan memperketat kriteria peminjaman sebagai bentuk manajemen risiko, yang pada akhirnya justru menyulitkan warga berpenghasilan menengah ke bawah untuk mendapatkan akses ke fasilitas kredit.

Selain berdampak pada konsumen individu, industri perbankan memperingatkan adanya risiko sistemik terhadap ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan. Penurunan margin keuntungan dari bunga kartu kredit dianggap dapat mengurangi kemampuan bank dalam menyalurkan modal ke sektor-sektor produktif lainnya, yang berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, perdebatan mengenai batas atas bunga kartu kredit ini terus memanas di Washington. Meskipun pihak Trump mengklaim langkah ini bertujuan untuk membantu rakyat kecil keluar dari jeratan utang, industri keuangan tetap teguh pada pendiriannya bahwa mekanisme pasar harus tetap berjalan tanpa intervensi yang ekstrem dari pemerintah.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua