Pada Senin (23/02/2026), genap empat tahun berlalu sejak konflik berskala penuh meletus di Ukraina. Di tengah luka dan kehilangan yang mendalam, semangat bertahan dan tekad untuk bangkit justru semakin mengkristal di kalangan banyak warga. Sebuah narasi kolektif yang kuat terus bergema: ‘we are not losers, we are winners’. Ungkapan ini bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari ketangguhan sebuah bangsa yang menolak tunduk di bawah agresi.
Perang yang dimulai pada 24 Februari 2022 telah mengubah lanskap Ukraina secara fisik dan sosial. Kota-kota hancur, jutaan orang mengungsi, dan nyawa melayang dalam jumlah yang tragis. Namun, di balik statistik yang suram, muncul cerita-cerita tentang keteguhan hati. Warga sipil, tentara, dan relawan terus menunjukkan kapasitas luar biasa untuk beradaptasi, membangun kembali, dan mempertahankan identitas nasional mereka.
Di berbagai kota, kehidupan sehari-hari berjalan dengan pola baru yang penuh ketidakpastian. Sekolah-sekolah mengadakan kelas secara daring saat sirene serangan udara berbunyi. Para petani mengolah ladang di dekat garis depan. Komunitas lokal saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar. Semua ini dilakukan sambil menjaga api harapan tetap menyala. Banyak yang menyatakan bahwa perjuangan ini telah mempersatukan bangsa dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Dukungan internasional, baik berupa bantuan militer maupun kemanusiaan, tetap menjadi faktor krusial bagi Ukraina. Negara-negara sekutu terus memperbarui komitmen mereka, meskipun dinamika politik global berfluktuasi. Pemerintah Ukraina sendiri terus mendorong diplomasi dan upaya untuk memulihkan kedaulatan wilayahnya secara penuh.
Menyongsong tahun kelima konflik, tantangan ke depan tetap sangat besar. Rekonstruksi infrastruktur yang hancur membutuhkan dana dan waktu yang masif. Proses pemulihan trauma psikologis bagi seluruh generasi juga akan menjadi pekerjaan rumah jangka panjang. Namun, pesan ‘we are not losers’ yang terus dikumandangkan menunjukkan bahwa mentalitas untuk bangkit telah tertanam kuat.
Refleksi pada tahun keempat ini mengungkap sebuah paradoks: penderitaan yang mendalam justru melahirkan kekuatan karakter yang luar biasa. Ukraina tidak hanya bertahan; mereka terus mendefinisikan ulang makna kemenangan di tengah keadaan yang paling sulit. Perjalanan mereka mengajarkan dunia tentang ketabahan dan harga sebuah kebebasan.
Editor: SnanePapua
