Januari 11, 2026

Waspada Orang Tua! Densus 88 Ungkap 70 Anak Terjerat Ideologi Neo-Nazi Melalui Komunitas Daring

SNANEPAPUA.COM – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri baru-baru ini merilis temuan yang sangat mengkhawatirkan terkait penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda. Sebanyak 70 anak dilaporkan telah terpapar ideologi ekstrem, khususnya Neo-Nazi, melalui platform komunikasi daring yang selama ini dianggap biasa oleh masyarakat umum.

Fenomena ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penelusuran mendalam terhadap aktivitas digital di berbagai komunitas. Salah satu pintu masuk utama penyebaran ideologi berbahaya tersebut adalah melalui komunitas pecinta kisah kriminal atau yang lebih dikenal dengan sebutan True Crime. Di dalam komunitas ini, narasi kekerasan sering kali disisipi dengan doktrin-doktrin kebencian yang sistematis dan terstruktur.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak berwenang, persebaran paparan ideologi ini mencakup beberapa wilayah strategis di Indonesia. Provinsi Jawa Timur (Jatim) tercatat menempati urutan ketiga dengan jumlah kasus paparan tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman radikalisme digital tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu, melainkan telah merambah ke berbagai daerah dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi.

Para ahli keamanan siber menilai bahwa anak-anak menjadi target empuk karena memiliki rasa ingin tahu yang besar, namun sering kali belum dibekali dengan kemampuan menyaring informasi yang memadai. Ideologi Neo-Nazi yang disebarkan biasanya dikemas dalam bentuk konten yang provokatif namun menarik, sehingga perlahan-lahan mengubah pola pikir anak-anak tersebut tanpa disadari oleh lingkungan keluarga mereka.

Menanggapi situasi darurat ini, penguatan literasi digital dianggap sebagai kunci utama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dunia maya. Pemerintah, pendidik, dan orang tua diharapkan lebih waspada dalam memantau aktivitas digital anak, serta konsisten memberikan edukasi mengenai bahaya paham ekstremisme. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar ruang digital tetap aman dan bersih dari pengaruh ideologi yang merusak persatuan bangsa.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua