Januari 14, 2026

Trump Ancam Iran dengan ‘Tindakan Keras’ Jika Eksekusi Demonstran Tetap Dilaksanakan

SNANEPAPUA.COM – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada pemerintah Iran terkait rencana eksekusi terhadap para demonstran yang ditahan. Trump menegaskan bahwa Washington siap mengambil langkah yang sangat tegas jika Teheran tetap melanjutkan hukuman mati terhadap warga yang menyuarakan aspirasi mereka di jalanan.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan yang mengkhawatirkan mengenai nasib para tahanan politik di Iran. Kerabat dari salah seorang demonstran yang ditangkap mengungkapkan kepada BBC Persian bahwa eksekusi terhadap anggota keluarga mereka dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Rabu waktu setempat. Kabar ini memicu kecaman luas dari berbagai organisasi hak asasi manusia internasional.

Situasi di Iran dilaporkan semakin mencekam seiring dengan meningkatnya jumlah korban jiwa akibat tindakan represif aparat keamanan. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban tewas dalam serangkaian demonstrasi besar-besaran yang mengguncang negara tersebut dilaporkan telah melampaui angka 2.400 orang. Angka ini mencerminkan skala kekerasan yang luar biasa dalam upaya rezim menekan perbedaan pendapat.

Donald Trump, dalam pernyataannya, menekankan bahwa tindakan Iran tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Ia menjanjikan sebuah ‘tindakan yang sangat kuat’ yang kemungkinan besar akan mencakup sanksi ekonomi yang lebih berat atau isolasi diplomatik yang lebih intensif. Trump memandang bahwa perlindungan terhadap hak asasi manusia harus menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri terhadap negara-negara yang otoriter.

Dunia kini menunggu langkah konkret yang akan diambil oleh pemerintahan Trump mendatang dalam merespons krisis di Iran. Tekanan internasional diharapkan dapat menjadi penghalang bagi Teheran untuk melanjutkan eksekusi massal dan membuka ruang bagi penyelidikan independen terhadap pelanggaran kemanusiaan yang terjadi selama aksi protes berlangsung.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua