24 Feb 2026

Seorang Anak di Gaza Meninggal Setelah Israel Memblokir Evakuasi Medis

Oleh Afian D Prasetyo
  • 14
Seorang Anak di Gaza Meninggal Setelah Israel Memblokir Evakuasi Medis

Poin Utama

  • Seorang anak Palestina, Nidal Abu Rabeea, meninggal dunia di Gaza pada Senin (23/02/2026) setelah menunggu berbulan-bulan izin evakuasi medis dari Israel.
  • Keluarganya telah mengajukan permohonan izin perjalanan medis sejak November 2025, namun otoritas Israel terus menolak atau menunda permohonan tersebut tanpa alasan yang jelas.
  • Namun, setiap upaya mendapatkan izin keluar untuk gaza child dies after prosedur penyelamatan hidup selalu menemui jalan batu dari pihak berwenang Israel.
  • Laporan organisasi hak asasi manusia mencatat puluhan kasus serupa dalam setahun terakhir.
  • kritis, terutama anak-anak, yang nasibnya bergantung pada izin keluar untuk pengobatan.
SNANE PAPUA - Seorang anak Palestina, Nidal Abu Rabeea, meninggal dunia di Gaza pada Senin (23/02/2026) setelah menunggu berbulan-bulan izin evakuasi medis dari Israel. Bocah berusia 10 tahun itu menderita penyakit jantung bawaan yang parah dan membutuhkan operasi segera yang tidak tersedia di rumah sakit Gaza yang sudah kewalahan. Keluarganya telah mengajukan permohonan izin perjalanan medis sejak November 2025, namun otoritas Israel terus menolak atau menunda permohonan tersebut tanpa alasan yang jelas. Proses Evakuasi Medis yang Terhambat Kasus tragis gaza child dies after penantian panjang ini menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin dalam di wilayah tersebut. Namun, setiap upaya mendapatkan izin keluar untuk gaza child dies after prosedur penyelamatan hidup selalu menemui jalan batu dari pihak berwenang Israel. dies after penolakan akses perawatan medis. Laporan organisasi hak asasi manusia mencatat puluhan kasus serupa dalam setahun terakhir. Blokade yang berlangsung lama telah melumpuhkan sistem kesehatan Gaza, dengan keterbatasan pasokan listrik, obat-obatan, dan peralatan medis canggih. kritis, terutama anak-anak, yang nasibnya bergantung pada izin keluar untuk pengobatan. Setiap penundaan atau penolakan izin sering berakibat fatal, seperti yang terjadi pada kasus gaza child dies after prosedur evakuasi yang tertunda ini. Keluarga Nidal menyatakan keputusasaan mereka menyaksikan kondisi anak mereka memburuk hari demi hari tanpa ada kepastian. Mereka mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar membuka akses kemanusiaan dan menghentikan praktik penahanan izin medis yang dianggap sebagai bentuk hukuman kolektif. Insiden gaza child dies after hambatan birokrasi ini memperkuat tuntutan agar proses evakuasi medis untuk warga Palestina dibuat lebih transparan dan manusiawi, mengutamakan prinsip penyelamatan nyawa di atas pertimbangan politik. Cek Sumber Asli

Berita Terkait

Tentang Kami

Logo

Redaksi

Snane Papua

Portal Berita Snane Papua. Mengabarkan informasi terkini, aktual, dan terpercaya seputar Tanah Papua dan Nasional.

Kontak Kami

Berita Terbaru

Pasang Iklan Anda di sini untuk menjangkau lebih banyak pembaca Snane Papua.

Kontak Kami