Poin Utama
- Wakil Juru Bicara Parlemen Iran mengumumkan perubahan status Selat Hormuz.
- Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 27 April 2026.
- Ali Nikzad menegaskan dampak dari konflik yang terjadi.
- Keputusan ini menunjukkan sikap tegas Iran terhadap situasi regional.
SNANE PAPUA - TEHERAN – Iran menegaskan bahwa status Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum terjadinya perang. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Juru Bicara Parlemen Iran, Ali Nikzad, pada Senin (27/4/2026). (lihat sumber)
Dalam keterangan yang dikutip oleh Iran Wire, Nikzad menekankan bahwa perubahan status tersebut merupakan konsekuensi dari dinamika yang terjadi akibat konflik yang melibatkan negara-negara di kawasan. Ia menyatakan bahwa Iran akan mempertahankan posisi strategisnya di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan perdagangan internasional.
Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran dan Oman, menjadi salah satu titik paling strategis di dunia. Sekitar sepertiga dari total pengiriman minyak dunia melewati selat ini, sehingga setiap perubahan status di wilayah tersebut dapat berdampak luas pada pasar energi global.
Dengan pernyataan ini, Iran menunjukkan sikap tegasnya dalam menghadapi tantangan keamanan di kawasan. Nikzad menambahkan bahwa negara-negara lain harus menyadari pentingnya stabilitas di Selat Hormuz dan dampak yang mungkin timbul jika ketegangan terus berlanjut.