SNANEPAPUA.COM – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen untuk menjalin kerja sama erat dengan Amerika Serikat (AS). Meskipun hubungan diplomatik kedua negara sering kali diwarnai oleh berbagai penghinaan dan ancaman yang muncul di ruang publik, Petro menekankan bahwa stabilitas regional tetap menjadi prioritas utama di atas retorika politik yang memanas.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Petro mengungkapkan bahwa dinamika hubungan antara Bogota dan Washington memang tidak selalu berjalan mulus. Namun, ia percaya bahwa kolaborasi strategis, terutama dalam isu keamanan, perdagangan, dan penanganan krisis kemanusiaan, jauh lebih berharga daripada terjebak dalam lingkaran permusuhan yang hanya akan merugikan rakyat di kedua belah pihak.
Selain membahas hubungan bilateral dengan AS, Petro juga memberikan sorotan tajam terhadap krisis politik yang tengah melanda negara tetangganya, Venezuela. Ia menyerukan pentingnya pembentukan sebuah ‘pemerintahan bersama melalui dialog’ sebagai langkah konkret untuk mengakhiri kebuntuan politik yang berkepanjangan di negara tersebut.
Menurut Petro, dialog nasional yang inklusif adalah satu-satunya jalan keluar yang masuk akal demi mempersiapkan proses pemilihan umum yang transparan dan adil di masa depan. Ia mendesak seluruh elemen politik di Venezuela untuk menurunkan ego dan mulai duduk bersama demi kepentingan demokrasi dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak krisis ekonomi hebat.
Langkah diplomasi yang diambil Petro ini mencerminkan upayanya untuk memposisikan Kolombia sebagai mediator perdamaian yang strategis di kawasan Amerika Latin. Dengan tetap menjaga kemitraan dengan AS sekaligus mendorong solusi damai bagi Venezuela, Petro berharap dapat menciptakan stabilitas jangka panjang yang akan menguntungkan seluruh kawasan.
Editor: SnanePapua
