Januari 8, 2026

Pesawat Nicolas Maduro Disita AS: Warga Caracas Anggap Langkah Ini Tidak Adil dan Mengusik Kedaulatan?

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memuncak setelah otoritas AS secara resmi melakukan penyitaan terhadap pesawat kepresidenan milik Nicolas Maduro. Langkah drastis yang diambil oleh Washington ini memicu gelombang reaksi dari warga di ibu kota Caracas, yang merasa tindakan tersebut telah melampaui batas kewajaran dalam hubungan internasional.

Tim dari BBC Mundo melakukan wawancara langsung dengan sejumlah warga di jalanan Caracas untuk mendengarkan perspektif mereka terkait operasi hukum dan militer terbaru dari pihak Amerika Serikat tersebut. Banyak dari mereka menyuarakan kekecewaan yang mendalam, menganggap bahwa penyitaan aset negara merupakan bentuk tekanan sepihak yang tidak hanya menyasar pemerintah, tetapi juga melukai harga diri bangsa Venezuela.

Salah seorang warga yang diwawancarai menyatakan bahwa tindakan tersebut terasa sangat tidak adil. Bagi sebagian besar masyarakat, penyitaan ini dipandang sebagai bentuk intimidasi luar negeri yang mengusik kedaulatan nasional mereka. Perasaan sentimen anti-intervensi tampak menguat di tengah kondisi ekonomi negara yang masih berupaya bangkit dari krisis berkepanjangan.

Sebagai informasi, pesawat tersebut disita di Republik Dominika setelah penyelidikan pihak Amerika Serikat mengklaim bahwa proses akuisisi pesawat tersebut melanggar sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap pemerintahan Maduro. Namun, bagi warga di Caracas, penjelasan hukum tersebut sering kali tertutup oleh narasi mengenai kedaulatan dan dampak politik yang dirasakan langsung oleh rakyat di lapangan.

Situasi ini diprediksi akan semakin memperumit upaya dialog diplomatik antara kedua negara yang sudah lama buntu. Sementara ketegangan di tingkat elit terus berlanjut, rakyat Venezuela tetap menjadi pihak yang paling terdampak oleh dinamika geopolitik yang melibatkan kekuatan besar dunia ini. Langkah AS ini seolah menjadi babak baru dalam sejarah panjang perseteruan antara Washington dan Caracas.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua