Poin Utama
- Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut almarhum Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar sebagai salah satu prajurit terbaik di Kopassus.
- Mayor Zulmi selalu mendapatkan penghargaan tiap menjalankan tugas di satuan, termasuk penghargaan berupa diberangkatkan ke luar negeri dalam operasi misi perdamaian di Lebanon.
- TNI telah menyiapkan hak-hak yang akan diterima oleh keluarga almarhum, termasuk santunan dari PBB, santunan risiko kematian, asuransi, beasiswa untuk anak, serta santunan dari angkatan darat dan bank.
- Tiga personel TNI, termasuk Mayor Zulmi, gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan di Lebanon.
SNANE PAPUA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan almarhum Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar merupakan salah satu prajurit terbaik yang bertugas di Kopassus. Ia mengatakan almarhum selalu mendapatkan penghargaan tiap menjalankan tugas di satuan. (lihat sumber)
Ia mengatakan almarhum selalu mendapatkan penghargaan dari satuan tiap menjalankan tugas. Salah satunya penghargaan dengan diberangkatkan ke luar negeri dalam operasi misi perdamaian di Lebanon.
Ia mengatakan TNI berduka atas kepergian almarhum dan selanjutnya telah disiapkan hak-hak yang akan diperoleh oleh almarhum. Beberapa diantaranya yaitu santunan dari PBB, santunan risiko kematian, asuransi, beasiswa untuk anak. Pihaknya mengatakan angkatan darat pun dan dari bank akan memberikan santunan.
Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini. Mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.
Fahrizal meninggal akibat serangan artileri Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Ahad (29/3/2026). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3/2026).
Kematian ini di tengah agresi Israel ke Lebanon selatan yang sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 warga. Kelompok Hizbullah melakukan perlawanan terhadap agresi tersebut, memicu seantero selatan Lebanon jadi medan tempur.















































