Hubungan diplomatik dan strategis antara Israel dan India terus menunjukkan peningkatan signifikan, dengan kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Israel pada Senin (23/02/2026) menjadi bukti nyata pendekatan kedua negara. Pertemuan puncak Modi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini menandai babak baru dalam kemitraan yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pengamat bertanya-tanya mengapa Israel dan India memilih untuk mempererat ikatan di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks. Kunjungan bersejarah ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mencerminkan konvergensi kepentingan nasional yang mendalam antara dua kekuatan regional tersebut.
Landasan Strategis dan Keamanan
Faktor utama yang menjelaskan mengapa Israel dan India semakin mendekat adalah kebutuhan bersama di bidang pertahanan dan keamanan. India telah menjadi salah satu importir senjata terbesar dari Israel, dengan fokus pada teknologi canggih seperti sistem pertahanan udara, drone, dan sistem pengawasan. Kerja sama ini membantu India memodernisasi militernya dan menghadapi tantangan keamanan di kawasan. Di sisi lain, Israel melihat India sebagai mitra strategis yang stabil di Asia yang dapat memberikan dukungan diplomatik di forum internasional. Aliansi pertahanan ini menjadi tulang punggung hubungan bilateral, dengan kedua negara secara rutin melakukan latihan militer bersama dan berbagi intelijen.
Ekonomi dan Inovasi Teknologi
Di luar sektor keamanan, dorongan ekonomi dan teknologi juga menjawab pertanyaan mengapa Israel dan India memperkuat kemitraan mereka. Israel dikenal sebagai “negara startup” dengan inovasi di bidang pertanian presisi, keamanan siber, dan teknologi air. Sementara India, dengan pasar raksasa dan tenaga kerja teknis yang besar, menawarkan peluang komersialisasi dan produksi skala besar. Kolaborasi di bidang pertanian, terutama teknologi irigasi tetes dan pengelolaan air, telah membantu India meningkatkan produktivitas pertaniannya. Investasi bersama dalam penelitian dan pengembangan, khususnya di sektor teknologi tinggi, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Dinamika geopolitik regional dan global turut mempengaruhi alasan mengapa Israel dan India memilih untuk bersatu. India, yang secara tradisional mendukung Palestina, kini mengambil pendekatan yang lebih seimbang seiring dengan perubahan prioritas strategisnya. Kedekatan dengan Israel memberikan New Delhi leverage diplomatik tambahan di Timur Tengah. Bagi Israel, hubungan dengan India—sebagai demokrasi terbesar di dunia—memberikan legitimasi dan perluasan pengaruh di kawasan Asia. Kunjungan PM Modi pada 23 Februari 2026 ini diharapkan akan menghasilkan kesepakatan baru di berbagai bidang, memperdalam lebih lanjut kemitraan strategis yang telah mengubah lanskap hubungan internasional di kedua wilayah.
Editor: SnanePapua
