Januari 9, 2026

Langkah Besar Menuju Perdamaian: Macron, Starmer, dan Zelenskyy Sepakati Pengerahan Pasukan Multinasional ke Ukraina

SNANEPAPUA.COM – Sebuah langkah diplomatik dan militer besar baru saja diambil oleh para pemimpin dunia dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Ukraina. Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara resmi menandatangani deklarasi niat untuk mengerahkan pasukan multinasional di wilayah tersebut.

Kesepakatan ini menandai babak baru dalam dukungan Barat terhadap Kyiv, di mana pengerahan pasukan tersebut direncanakan akan dilakukan segera setelah gencatan senjata tercapai. Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan dan mencegah terulangnya agresi militer di masa depan, sekaligus memberikan jaminan perlindungan bagi rakyat Ukraina yang telah lama menderita akibat konflik.

Deklarasi tersebut menegaskan komitmen Prancis dan Inggris sebagai sekutu utama dalam menjaga kedaulatan Ukraina. Meskipun rincian teknis mengenai jumlah personel dan daftar lengkap negara-negara lain yang akan terlibat belum sepenuhnya diungkapkan, keberadaan pasukan multinasional ini diharapkan menjadi kekuatan penyeimbang yang signifikan di kawasan Eropa Timur demi menjaga perdamaian yang berkelanjutan.

Bagi Presiden Zelenskyy, kesepakatan ini adalah kemenangan diplomatik yang krusial di tengah tekanan perang yang masih berlangsung hingga saat ini. Kehadiran pasukan dari negara-negara besar seperti Prancis dan Inggris dipandang sebagai bentuk nyata dari jaminan keamanan yang selama ini diminta oleh Ukraina guna memperkuat posisi tawar mereka di kancah internasional serta mempercepat proses pemulihan nasional.

Para analis internasional melihat langkah ini sebagai pesan kuat kepada dunia bahwa dukungan terhadap kedaulatan Ukraina tetap menjadi prioritas utama bagi kekuatan-kekuatan besar Eropa. Dengan adanya pakta ini, peta jalan menuju perdamaian yang stabil mulai terlihat lebih konkret, meskipun implementasi penuhnya sangat bergantung pada dinamika politik global dan tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang permanen.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua