Januari 10, 2026

Kian Memanas! Pemimpin Tertinggi Iran Tuding Demonstran Sebagai Perusak yang Cari Muka ke Trump

SNANEPAPUA.COM – Situasi politik di Iran kini berada di titik didih menyusul gelombang aksi protes besar-besaran yang melanda berbagai wilayah negara tersebut. Pemimpin tertinggi Iran baru-baru ini mengeluarkan pernyataan keras yang menuding para pengunjuk rasa anti-pemerintah sebagai kelompok perusak atau vandal. Menurutnya, tindakan anarkis yang terjadi di lapangan sengaja dilakukan oleh oknum tertentu demi menyenangkan pihak asing, terutama mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Demonstrasi yang terjadi saat ini disebut-sebut sebagai salah satu aksi massa terbesar yang pernah dialami Iran dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan warga turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap mencekik. Namun, aksi yang semula merupakan penyampaian aspirasi tersebut berubah menjadi bentrokan berdarah setelah aparat keamanan melakukan tindakan represif untuk membubarkan massa.

Berdasarkan laporan dari berbagai organisasi hak asasi manusia internasional, jumlah korban tewas dalam kerusuhan ini telah mencapai angka yang sangat memprihatinkan. Setidaknya 48 pengunjuk rasa dikabarkan telah kehilangan nyawa akibat bentrokan langsung dengan aparat keamanan di berbagai titik konflik. Angka ini diprediksi masih bisa bertambah mengingat banyaknya peserta aksi yang mengalami luka serius dan belum mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Pemerintah Iran bersikukuh bahwa aksi protes ini bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan domestik, melainkan ada campur tangan aktor luar yang ingin mengacaukan stabilitas nasional. Tudingan yang mengaitkan demonstran dengan kepentingan politik Amerika Serikat menunjukkan betapa dalamnya jurang ketegangan diplomatik yang masih terjadi. Pemimpin Iran menekankan bahwa vandalisme terhadap fasilitas publik tidak akan ditoleransi dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, dunia internasional terus memantau perkembangan situasi di Iran dengan penuh kekhawatiran. Berbagai seruan untuk menahan diri dan menghormati hak asasi manusia terus mengalir dari para pemimpin dunia. Meskipun tekanan internasional menguat, pemerintah Iran tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan melunak terhadap para demonstran yang dianggap sebagai ancaman bagi kedaulatan negara.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua