SNANEPAPUA.COM – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengambil langkah cepat dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Utara. Ribuan meter kubik kayu yang hanyut terbawa arus banjir kini tengah didata dan dipersiapkan untuk dialihfungsikan menjadi bahan bangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak bencana tersebut.
Berdasarkan pendataan terkini di lapangan, tercatat sebanyak 1.260 meter kubik kayu ditemukan hanyut pascabanjir besar yang melanda kawasan tersebut. Material kayu ini dipastikan tidak akan dibiarkan menjadi limbah, melainkan akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur dasar, terutama tempat tinggal bagi masyarakat yang kehilangan rumah mereka.
Untuk memperlancar proses evakuasi dan pengolahan kayu-kayu tersebut, puluhan unit alat berat telah dikerahkan ke berbagai titik lokasi penemuan kayu. Petugas di lapangan bekerja secara intensif guna memastikan seluruh material kayu dapat terkumpul dengan baik sebelum masuk ke tahap pengolahan lebih lanjut menjadi komponen bangunan yang siap pakai.
Kebijakan pemanfaatan kayu hanyut ini dinilai sebagai solusi taktis yang sangat efektif dalam situasi darurat bencana. Selain membantu membersihkan sisa-sisa material yang menyumbat aliran sungai, penggunaan sumber daya alam yang tersedia di lokasi bencana juga mampu memangkas biaya logistik pembangunan hunian sementara secara signifikan.
Langkah Kemenhut ini diharapkan dapat memberikan secercah harapan bagi warga Aceh Utara untuk segera memiliki tempat bernaung yang aman dan layak. Pemerintah terus berkomitmen untuk mengawal seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir agar kehidupan sosial serta ekonomi masyarakat dapat kembali pulih dalam waktu singkat.
Editor: SnanePapua
